kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.630.000   -15.000   -0,57%
  • USD/IDR 17.913   43,00   0,24%
  • IDX 5.643   -177,60   -3,05%
  • KOMPAS100 728   -24,24   -3,22%
  • LQ45 553   -19,90   -3,47%
  • ISSI 197   -4,65   -2,31%
  • IDX30 314   -10,96   -3,37%
  • IDXHIDIV20 389   -11,74   -2,93%
  • IDX80 83   -2,75   -3,22%
  • IDXV30 107   -1,77   -1,63%
  • IDXQ30 102   -3,08   -2,93%

Proyek listrik harus dongkrak rasio elektrifikasi


Minggu, 04 Oktober 2015 / 17:40 WIB


Reporter: Adhitya Himawan | Editor: Adi Wikanto

JAKARTA. Dewan Energi Nasional (DEN) meminta pemerintah tidak hanya terlalu fokus menggarap proyek pembangunan pembangkit listrik 35.000 Megawatt (MW).

Tanpa peningkatan rasio elektrifikasi, masalah wilayah Indonesia yang tak tersentuh aliran listrik tak akan terselesaikan.

Rinaldy Dalimi, Anggota DEN, mengatakan kebutuhan untuk membangun pembangkit listrik sebesar 35.000 MW sebetulnya sudah ada dalam kajian pemerintah sebelumnya.

"Jadi terlepas berapa MW kebutuhan kita sesungguhnya, tapi kita memang harus bangun pembangkit listrik baru untuk atasi defisit listrik," kata Rinaldy di Jakarta, Minggu (4/10).

Ia mengkritik konsep pembangunan kelistrikan nasional yang menggunakan konsep negara kontinental dimana pusat memegang sentral kendali.

Padahal Indonesia adalah negara kepulauan dengan ribuan pulau yang perlu dialiri oleh listrik.

"Ini membutuhkan pendekatan yang berbeda, spesifik dan sesuai kebutuhan lokal," ujar Rinaldy.

Akibatnya hingga kini rasio elektrifikasi Indonesia masih lebih rendah dibanding negara lain.

Berdasarkan data Kementerian ESDM, rasio elektrifikasi Indonesia tahun lalu baru 84,12%.

Namun wilayah Indonesia Timur seperti Papua rasio elektrifikasinya hanya 37,48%.

"Selama pendekatan ini tidak diubah, program 35.000 MW percuma. Karena tidak bisa menjawab kebutuhan listrik secara merata diseluruh wilayah Indonesia atau rasio elektrifikasi mencapai 100%," pungkas Rinaldi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×