kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.773.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.739   71,00   0,40%
  • IDX 6.162   67,10   1,10%
  • KOMPAS100 813   8,13   1,01%
  • LQ45 620   4,04   0,66%
  • ISSI 218   3,97   1,85%
  • IDX30 355   2,58   0,73%
  • IDXHIDIV20 437   -1,89   -0,43%
  • IDX80 94   1,08   1,17%
  • IDXV30 121   0,41   0,34%
  • IDXQ30 115   -0,63   -0,54%

Proyek Jembatan Selat Sunda dimulai akhir 2014


Kamis, 11 Juli 2013 / 12:43 WIB
ILUSTRASI. Gedung PT Kalbe Genexine Biologics (KGBio). perusahaan patungan antara Kalbe Farma dan Genexine


Reporter: Erika Anindita | Editor: Dikky Setiawan

JAKARTA. Menteri Koordinator Perekonomian RI, Hatta Rajasa, menyatakan, pemerintah merencanakan ground-breaking Kawasan Strategis dan Infrastruktur Selat Sunda (KSISS) dapat dimulai paling lambat akhir 2014.

Hatta berujar, dari seluruh studi yang dilakukan hasilnya meyakinkan secara teknis sehingga KSISS layak dibangun. Ia juga menegaskan, jika pembangunan KSISS akan didominasi oleh orang-orang Indonesia, mulai dari konseptor hingga insinyur yang bertugas di lapangan.

KSISS sendiri nantinya akan memadukan kawasan yang sebelumnya sudah dimantapkan oleh pemda Banten dan Lampung, berupa kawasan strategis masing-masing tempat yakni kawasan strategis wisata dan industri, antara lain industri alat-alat berat.

Proyek KSISS yang dahulu bernama Jalan Selat Sunda (JSS) ini sudah tercantum dalam Peraturan Presiden (Perpres). Hatta menjelaskan, studi-studi penting terkait kegempaan, vulkanografis, dan hal-hal lain sudah dilakukan sekretariat.

"Pihak pemrakarsa yaitu pemerintah daerah (pemda) provinsi Lampung dan Banten yang meriset faktor lingkungan dan ekonomi," terang Hatta, Kamis (11/7) siang di Kompleks Kementerian Perekonomian.

Hatta menambahkan, dari segi pembiayaan studi kelayakan KSISS sedang dipertimbangkan usulan baru berupa kerja sama pemrakarsa dan BUMN. "Alternatifnya hanya pemrakarsa dan BUMN," kata Hatta. Tapi, kepastian terkait hal ini baru akan diputuskan pekan depan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×