CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.604.000   4.000   0,15%
  • USD/IDR 17.627   61,00   0,35%
  • IDX 6.541   -47,96   -0,73%
  • KOMPAS100 858   -8,05   -0,93%
  • LQ45 650   -6,26   -0,95%
  • ISSI 227   -3,10   -1,35%
  • IDX30 361   -3,60   -0,99%
  • IDXHIDIV20 450   -2,93   -0,65%
  • IDX80 98   -0,98   -0,99%
  • IDXV30 125   -0,95   -0,75%
  • IDXQ30 116   -1,19   -1,02%

Hatta: Proyek JSS aman dan layak dibangun


Kamis, 11 Juli 2013 / 12:35 WIB
ILUSTRASI. Nasabah melakukan transaksi di salah satu galeri ATM di Mal Tangerang, Jumat (16/4). /pho KONTAN/Carolus Agus Waluyo/16/04/2021.


Reporter: Oginawa R Prayogo | Editor: Dikky Setiawan

JAKARTA. Kementerian Koordinator Perekonomian menggelar rapat koordinasi terkait Kawasan Strategis dan Infrastaruktur Selat Sunda (KSISS). Salah satu agenda pembahasan adalah pelaksanaan proyek Jembatan Selat Sunda (JSS).

Hatta Rajasa, Menko Perekonomian, mengatakan pihaknya sudah melakukan pembahasan dan pengkajian teknis dari tim internal terkait pembangunan JSS. Hasilnya, proyek tersebut dinyatakan aman dan layak dibangun.

Hatta bilang, pihaknya sudah melakukan studi awal terkait kegempaan, vulkanologi dan arus laut di Selat Sunda. "Misalkan ada letusan Gunung Krakatau, dan tsunami 9 skala ritcher aman. Jadi memang layak," ujar Hatta di kantornya, Kamis (11/7). Dia bilang proyek ini akan menelan dana Rp 240 triliun.

Dia menambahkan, studi dan kajian internal tersebut bagian dari pra studi kelayakan (Feasible Study/FS). Sementara itu studi kelayakan akan dikerjakan oleh pihak pemrakarsa, yakni Artha Graha Group.

Hatta yakin pembangunan JSS akan jadi proyek yang prestise bagi Indonesia. "Ini akan jadi ikon Indonesia," jelas Hatta. Proyek JSS akan memadukan dengan pembangunan kawasan sekitarnya di Banten dan Lampung yang jadi satu paket KSISS.

M.S Hidayat, Menteri Perindustrian menjelaskan studi kelayakan tersebut juga akan dikerjakan oleh salah satu badan usaha milik negara (BUMN). Sayang dia tidak dapat menyebutkan siapa BUMN tersebut.

"Itu nanti akan dibahas rapat selanjutnya pada minggu depan," kata Hidayat. Dia hanya bilang, pihak pemrakarsa bersama BUMN tersebut akan membentuk konsorsium perusahaan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×