kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.695.000   18.000   0,67%
  • USD/IDR 17.869   44,00   0,25%
  • IDX 6.483   80,68   1,26%
  • KOMPAS100 837   7,57   0,91%
  • LQ45 637   4,58   0,72%
  • ISSI 228   5,22   2,34%
  • IDX30 356   2,33   0,66%
  • IDXHIDIV20 433   2,50   0,58%
  • IDX80 96   0,77   0,82%
  • IDXV30 120   1,00   0,84%
  • IDXQ30 113   0,83   0,74%

Program sembako Kemensos bisa mulai membidik masyarakat rentan miskin


Senin, 10 Februari 2020 / 23:43 WIB
Program sembako Kemensos bisa mulai membidik masyarakat rentan miskin
ILUSTRASI. Pekerja menunjuka Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) di Kantor Percetakan Negara, Jakarta Pusat, Jumat (15/12/2017). Pemerintah menargetkan penyaluran bantuan sosial non tunai dengan 10 juta kartu penerima manfaat (KPM) bagi masyarakat kurang mampu dalam bent


Reporter: Rahma Anjaeni | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Tahun ini, Kementerian Sosial (Kemensos) mengubah julukan salah satu program bantuan sosial (bansos) miliknya, yaitu Bantuan Pangan Nontunai (BPNT) menjadi Program Sembako. Targetnya, di tahun ini Kemensos akan membidik penerima bantuan sebanyak 15.200.000 keluarga penerima manfaat (KPM).

Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Yusuf Rendy Manilet menilai, seharusnya program sembako ini bisa mulai menyasar kepada masyarakat rentan miskin. Pasalnya, menurut Yusuf, selama ini kriteria bansos yang dibuat oleh Kemensos hanya diperuntukkan bagi masyarakat miskin dan sangat miskin.

Padahal, saat ini jumlah masyarakat rentan miskin juga tidak kalah banyak. "Saat ini perkembangan masyarakat rentan miskin jumlahnya tidak kalah banyak, pemerintah mungkin bisa membuka opsi penyaluran Program Sembako untuk kelas ini, apalagi di tahun ini pemerintah juga berupaya untuk menjaga daya beli kelas menengah ke bawah untuk menopang pertumbuhan konsumsi," ujar Yusuf kepada Kontan.co.id, Senin (10/2).

Baca Juga: Tahun ini Kemensos ubah program BPNT jadi program Sembako, apa bedanya?

Selain itu, Yusuf menyebutkan beberapa kriteria penerima bansos yang dapat menjadi prioritas pemerintah pada saat penyaluran bantuan. Contohnya seperti KPM yang memiliki catatan baik dengan sering melakukan konsultasi kepada pendamping sosial, serta kepada daerah dengan tingkat kemiskinan yang relatif tinggi.

Yusuf juga menambahkan salah satu poin evaluasi untuk program ini, salah satunya adalah ketersediaan infrastruktur pendukung. Dalam hal ini, infrastruktur yang dimaksud adalah infrastruktur perbankan seperti mesin anjungan tunai mandiri (ATM).

"Program Sembako ini kan penyalurannya dilakukan via bank Himbara melalui ATM, maka pemerintah perlu memastikan infrastruktur pendukung seperti ATM telah tersedia merata khususnya di remote area," paparnya.




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×