kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.837.000   27.000   0,96%
  • USD/IDR 16.991   62,00   0,37%
  • IDX 7.097   -67,03   -0,94%
  • KOMPAS100 977   -12,33   -1,25%
  • LQ45 719   -12,76   -1,74%
  • ISSI 250   -1,82   -0,73%
  • IDX30 391   -7,50   -1,88%
  • IDXHIDIV20 489   -9,60   -1,93%
  • IDX80 110   -1,54   -1,38%
  • IDXV30 134   -2,11   -1,54%
  • IDXQ30 128   -2,18   -1,68%

Program Jaminan Sosial Belum Sempurna


Senin, 26 Juli 2010 / 16:18 WIB
Program Jaminan Sosial Belum Sempurna


Reporter: Hans Henricus | Editor: Edy Can

JAKARTA. Jumlah orang yang berhasil lolos dari garis kemiskinan masih sedikit. Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) mencatat hanya 1,5 juta orang lolos dari garis kemiskinan periode Maret 2009 hingga Maret 2010.

Penyebabnya lantaran program jaminan sosial belum berjalan. "Karena social protection belum sempurna dan harus kita perbaiki," kata Sekretaris Eksekutif TNP2K Bambang Widianto saat peresmian kantor TNP2K, Senin (26/7).

Bambang mencontohkan, program pro rakyat seperti jaminan kesehatan masyarakat (jamkesmas) yang seharusnya dilakukan oleh sebuah perusahaan bukan birokrasi. "Sehingga bisa dijalankan sebagai manage healthcare, dimana dilakukan pengecekan berapa yang sakit dan berapa yang digunakan," terang dia.

Kemudian, Bambang mengatakan program keluarga harapan (PKH) harus dijalankan sebagai conditional cash transfer program. Artinya, bukan sekadar memberikan uang tunai tapi juga mengecek apakah orang tua benar-benar menyekolahkan anaknya.

Oleh sebab itu, Bambang mengatakan sistem pengawasannya perlu disempurnakan. "Sistem pengawasannya belum jalan," terang Deputi Sekretaris Wapres bidang kesejahteraan rakyat itu.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Financial Statement in Action

[X]
×