kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.954.000   14.000   0,48%
  • USD/IDR 16.797   -31,00   -0,18%
  • IDX 8.113   81,27   1,01%
  • KOMPAS100 1.144   12,44   1,10%
  • LQ45 827   6,10   0,74%
  • ISSI 288   4,24   1,49%
  • IDX30 430   3,62   0,85%
  • IDXHIDIV20 516   3,49   0,68%
  • IDX80 128   1,20   0,95%
  • IDXV30 141   1,44   1,04%
  • IDXQ30 140   0,77   0,55%

Presiden SBY tolak penghargaan Jenderal Besar


Jumat, 10 Januari 2014 / 07:15 WIB
Presiden SBY tolak penghargaan Jenderal Besar
ILUSTRASI. Ilustrasi harga emas Antam dan UBS hari ini di Pegadaian, Jumat, 19 Agustus 2022. KONTAN/Fransiskus Simbolon


Sumber: TribunNews.com | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menolak gelar Jenderal Besar yang diusulkan Panglima TNI Jenderal Moeldoko. Menurut Presiden, apa yang dilakukannya, yang disebut Moeldoko meningkatkan kapasitas TNI, adalah sesuatu yang memang harus dilakukan tanpa mengharapkan penghargaan.

"Ya, terus terang beliau (SBY) menolak dalam hal ini. Tapi kita mengapresiasi apa yang disampaikan Panglima TNI tadi. Apa-apa yang dilakukan, sejumlah kebijakan beliau untuk memajukan TNI itu memang benar adanya. Tapi, sekali lagi tidak memerlukan penghargaan seperti itu, karena sekali lagi itu memang kewajiban Presiden," kata Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Sudi Silalahi, di kantor Presiden, Jakarta, Kamis (9/1/2014).

"Presiden mengatakan bahwa itu memang yang seharusnya dilakukan Presiden dan juga tugas dan kewajiban dari beliau. Jadi apa yang dilakukan beliau itu dilakukan secara ikhlas tanpa mengharapkan apa pun gelar atau penghargaan," ujar Sudi

Sebelumnya, Panglima TNI Jenderal Moeldoko mengusulkan agar Presiden SBY mendapat anugerah Jenderal Besar. Alasannya, SBY dinilai berkontribusi dalam membangun kekuatan TNI yang andal (baca: Panglima TNI Usulkan SBY Dapat Anugerah Jenderal Besar). (Srihandriatmo Malau)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×