kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.059.000   35.000   1,16%
  • USD/IDR 16.960   17,00   0,10%
  • IDX 7.586   -124,85   -1,62%
  • KOMPAS100 1.060   -17,16   -1,59%
  • LQ45 776   -11,77   -1,49%
  • ISSI 267   -5,67   -2,08%
  • IDX30 410   -8,94   -2,13%
  • IDXHIDIV20 507   -8,43   -1,64%
  • IDX80 119   -2,14   -1,77%
  • IDXV30 137   -1,76   -1,26%
  • IDXQ30 133   -2,57   -1,90%

Presiden Prabowo: Kekuasaan Milik Rakyat, Pemimpin Harus Bekerja untuk Rakyat


Minggu, 20 Oktober 2024 / 14:11 WIB
Presiden Prabowo: Kekuasaan Milik Rakyat, Pemimpin Harus Bekerja untuk Rakyat
Presiden Prabowo Subianto dan Joko Widodo saat upacara serah terima jabatan kepresidenan RI di Istana Merdeka, Jakarta, Munggu (20/10/2024).


Reporter: Siti Masitoh | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka secara resmi dilantik setelah mengucapkan sumpah jabatan dalam Sidang MPR di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Jakarta, pada Minggu (20/10).

Dalam pidatonya, Presiden Prabowo menegaskan bahwa kekuasaan dan kedaulatan adalah milik rakyat. Menurutnya, kepemimpinan harus selalu berorientasi pada kepentingan masyarakat. 

"Kita harus selalu ingat setiap pemimpin dalam setiap tingkatan harus selalu ingat pekerjaan kita harus untuk rakyat. Bukan kita bekerja untuk diri kita sendiri," ujar Prabowo dalam pidato pelantikannya sebagai Presiden 2024-2029.

Baca Juga: Setelah Dilantik, Prabowo-Gibran Segera Hadapi Sejumlah Tantangan Ekonomi Ini

Prabowo menekankan bahwa dengan mementingkan rakyat, seluruh masyarakat Indonesia akan terbebas dari kemiskinan, kelaparan, kebodohan, serta penindasan dan penderitaan.

Presiden juga menambahkan bahwa sebuah bangsa merdeka adalah bangsa yang rakyatnya merdeka. 

Ia mengingatkan bahwa demokrasi Indonesia merupakan hasil pemikiran dan kehendak para pendiri bangsa sejak awal berdirinya negara. 

Baca Juga: Jokowi Tunggangi Mobil Alphard Hitam Pasca Pelantikan Presiden Prabowo

Demokrasi yang diterapkan di Indonesia harus sesuai dengan sejarah dan budaya bangsa ini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×