kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.615.000   -20.000   -0,76%
  • USD/IDR 18.120   -5,00   -0,03%
  • IDX 6.064   26,37   0,44%
  • KOMPAS100 793   4,53   0,57%
  • LQ45 602   -0,61   -0,10%
  • ISSI 210   2,88   1,39%
  • IDX30 340   -0,68   -0,20%
  • IDXHIDIV20 422   -1,00   -0,24%
  • IDX80 90   0,37   0,41%
  • IDXV30 115   0,61   0,54%
  • IDXQ30 109   -0,14   -0,13%

Presiden: Pemilu tak perlu diseram-seramkan


Rabu, 19 Februari 2014 / 14:36 WIB
ILUSTRASI. Kurs rupiah cenderung melemah selama sepekan ini karena intervensi Gubernur The Fed. ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/hp.


Sumber: Kompas.com | Editor: Dikky Setiawan

JAKARTA. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan, pemilu merupakan keharusan demokrasi dan konstitusi. Presiden meminta Pemilu 2014 dijalankan dengan baik, tak perlu gaduh dan diseram-seramkan.

"Pemilu bukanlah sesuatu yang perlu ditakutkan, tidak perlu diseram-seramkan," kata Presiden saat meresmikan pabrik PT Semen Tonasa Unit V dan Power Plant 2x35 MW di Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, seperti dikutip dari Situs Presiden, Rabu (19/2/2014).

Dalam pidatonya, Presiden kembali menyinggung Pemilu 2004 dan 2009 yang berjalan baik dan dipuji dunia. Oleh karena itu, Presiden berharap Pemilu 2014 juga dapat berlangsung dengan baik, aman, damai, tertib, jujur, adil, dan demokratis.

"Pemilu tidak perlu harus gaduh dengan aksi kekerasan. Suhu politik meningkat, wajar. Tapi kompetisi ada batasnya," kata SBY.

"Ingatlah, ini keharusan demokrasi dan keharusan konstitusi. Mari jalankan dengan baik," tambah Presiden.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×