kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.700.000   20.000   0,75%
  • USD/IDR 17.890   8,00   0,04%
  • IDX 6.305   -68,82   -1,08%
  • KOMPAS100 824   -11,25   -1,35%
  • LQ45 628   -6,33   -1,00%
  • ISSI 218   -2,37   -1,08%
  • IDX30 351   -3,27   -0,92%
  • IDXHIDIV20 427   -2,28   -0,53%
  • IDX80 94   -1,22   -1,27%
  • IDXV30 118   -0,84   -0,71%
  • IDXQ30 111   -0,71   -0,64%

Presiden minta importir daging sapi penuhi kuota


Kamis, 09 September 2010 / 17:30 WIB


Reporter: Martina Prianti


JAKARTA. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono angkat bicara soal meroketnya harga daging sapi beberapa waktu belakangan ini.

"Saya berpesan kepada pengusaha yang mengimpor daging sapi; manakala diberikan kuota, penuhi, jangan diperlambat sehingga bisa mempermainkan atau menganggu harga daging sapi. Kasian rakyat," ucap Presiden di Istana Negara, Rabu malam (8/9).

Menurut Presiden, harga daging sapi menjadi bagian dari komoditas yang dipantau terus menerus oleh pemerintah selain beras, gula dan minyak goreng.

Karena itu, pemerintah berharap kebijakan impor daging sapi dilakukan secara baik. "Jangan disalahgunakan," ucap SBY dengan nada suara mantap.

Sebelumnya, Menteri Pertanian Suswono menjelaskan, saat ini harga daging sapi di pasaran cukup tinggi yakni antara Rp 70.000 hingga Rp 80.000 per kilogram (kg)."Pemerintah minta BUMN untuk menggelar operasi pasar murah dengan menjual daging antara Rp 52.00 hingga Rp 55.000 per kg," kata Suswono.

Kementerian Pertanian mencatat, tiap tahun kebutuhan sapi nasional mencapai 2,2 juta ekor atau setara dengan 400.000 ton. Dari total kebutuhan itu, 65% akan dipenuhi dari sapi lokal sementara sisanya impor.

Saat ini, pemerintah membatasi impor daging sapi tak lebih dari 73.000 ton. Dari kuota impor tersebut, 55%-nya digunakan untuk kebutuhan industri makanan berbasis daging, plus restoran.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×