kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.781.000   -38.000   -2,09%
  • USD/IDR 16.565   165,00   0,99%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

Presiden minta importir daging sapi penuhi kuota


Kamis, 09 September 2010 / 17:30 WIB
Presiden minta importir daging sapi penuhi kuota


Reporter: Martina Prianti |


JAKARTA. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono angkat bicara soal meroketnya harga daging sapi beberapa waktu belakangan ini.

"Saya berpesan kepada pengusaha yang mengimpor daging sapi; manakala diberikan kuota, penuhi, jangan diperlambat sehingga bisa mempermainkan atau menganggu harga daging sapi. Kasian rakyat," ucap Presiden di Istana Negara, Rabu malam (8/9).

Menurut Presiden, harga daging sapi menjadi bagian dari komoditas yang dipantau terus menerus oleh pemerintah selain beras, gula dan minyak goreng.

Karena itu, pemerintah berharap kebijakan impor daging sapi dilakukan secara baik. "Jangan disalahgunakan," ucap SBY dengan nada suara mantap.

Sebelumnya, Menteri Pertanian Suswono menjelaskan, saat ini harga daging sapi di pasaran cukup tinggi yakni antara Rp 70.000 hingga Rp 80.000 per kilogram (kg)."Pemerintah minta BUMN untuk menggelar operasi pasar murah dengan menjual daging antara Rp 52.00 hingga Rp 55.000 per kg," kata Suswono.

Kementerian Pertanian mencatat, tiap tahun kebutuhan sapi nasional mencapai 2,2 juta ekor atau setara dengan 400.000 ton. Dari total kebutuhan itu, 65% akan dipenuhi dari sapi lokal sementara sisanya impor.

Saat ini, pemerintah membatasi impor daging sapi tak lebih dari 73.000 ton. Dari kuota impor tersebut, 55%-nya digunakan untuk kebutuhan industri makanan berbasis daging, plus restoran.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Survei KG Media

TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale (SCMPES) Brush and Beyond

[X]
×