kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45921,46   1,15   0.12%
  • EMAS1.343.000 -0,30%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Presiden Jokowi Resmikan Pabrik Amonium Nitrat Senilai Rp 1,2 Triliun di Bontang


Kamis, 29 Februari 2024 / 11:47 WIB
Presiden Jokowi Resmikan Pabrik Amonium Nitrat Senilai Rp 1,2 Triliun di Bontang
Presiden Joko Widodo meresmikan Pabrik PT Kaltim Amonium Nitrat (KAN) di Bontang, Kalimantan Timur (29/2/2024).


Reporter: Sabrina Rhamadanty | Editor: Handoyo .

KONTAN.CO.ID - BONTANG. Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikan Pabrik PT Kaltim Amonium Nitrat (KAN) di Bontang, Kalimantan Timur (Kaltim) pada Kamis (29/02).

PT KAN yang merupakan perusahaan industri kimia ini adalah hasil kerja sama antara PT Pupuk Kalimantan Timur dan PT DAHANA. Untuk membangun KAN, pemerintah menggelontorkan total nilai investasi mencapai Rp 1,2 triliun dengan menggunakan TKDN lebih dari 93,55 persen.

Dalam sambutannya, Presiden Jokowi mengatakan bahwa Amonium Nitrat merupakan salah satu bahan baku pupuk yang nantinya akan turut mendukung produktivitas pangan di Indonesia. 

Baca Juga: Probabilitas Resesi Indonesia Masih 1,5%, Ini Kata Jokowi

“Produktivitas pangan kita memerlukan yang namanya pupuk, karena komponen pupuk, bahan baku pupuk kita masih impor. Sehingga kemandirian itu menjadi tidak kita miliki,” ungkapnya, Kamis (29/02). 

Ia menambahkan, total kebutuhan amonium nitrat Indonesia saat ini sebanyak 580 ribu ton, sedangkan produksi Indonesia baru sekitar 300 ribu (79 persen) dan impor sekitar 21 persen.

“Dengan dibangunnya pabrik Kaltim Amonium Nitrat ini akan mengurangi dari 21 persen impor dikurangi 8 persen, artinya masih 13 persen kita masih impor,” katanya. 

Dengan sisa 13 persen bahan baku impor ini, ia menekankan ekspansi agar terus dilakukan oleh pihak Pupuk Indonesia dan Pupuk Kaltim.

Baca Juga: Jokowi Tegaskan Harga Beras Sudah Turun

“Saya minta ekspansi ini diteruskan sehingga substitusi barang-barang impor itu bisa kita lakukan. Kalau Rp 1,2 Triliun itu saya kira untuk Kementerian BUMN itu bukan uang yang besar. Sehingga perlu diteruskan biar 21% (impor) itu rampung semuanya sehingga kemandirian bisa kita pegang,” jelasnya. 

Di kesempatan yang sama, Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan pemerintah melalui BUMN akan meningkatkan volume pupuk untuk subsidi tahun ini. Dari 4,7 juta ton menjadi 9,5 juta ton. 

“Karena memang dengan kita akan meningkatkan volume pupuk untuk subsidi yang kemarin bapak (Presiden Jokowi) putuskan naik dari 4,7 juta ton menjadi 9,5 juta ton pasti kebutuhan daripada bahan baku menjadi sesuatu yang sangat penting ke depan,” tutupnya.

Sebagai tambahan informasi, kapasitas produksi dari pabrik KAN ini adalah sebesar 75 ribu ton untuk amonium nitrat dan 60 ribu ton untuk asam nitrat per tahun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Sales and Operations Planning (S&OP) Negosiasi & Mediasi Penagihan yang Efektif Guna Menangani Kredit / Piutang Macet

[X]
×