kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.049.000   4.000   0,13%
  • USD/IDR 16.937   18,00   0,11%
  • IDX 7.689   112,38   1,48%
  • KOMPAS100 1.074   15,57   1,47%
  • LQ45 785   13,04   1,69%
  • ISSI 271   3,81   1,43%
  • IDX30 419   8,52   2,08%
  • IDXHIDIV20 514   11,51   2,29%
  • IDX80 121   1,81   1,52%
  • IDXV30 139   2,71   1,99%
  • IDXQ30 135   2,72   2,06%

Mendikdasmen Tegaskan Tak Ada Anggaran Pendidikan yang Dipotong Untuk MBG


Kamis, 05 Maret 2026 / 13:49 WIB
Mendikdasmen Tegaskan Tak Ada Anggaran Pendidikan yang Dipotong Untuk MBG


Reporter: Lailatul Anisah | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti memastikan bahwa tak ada anggaran pendidikan yang dipotong untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG). 

Menurut Mu'ti, Kementeriannya justru mengajukan Anggaran Belanja Tambahan (ABT) sebesar Rp 181 triliun untuk mendukung peningkatan program pendidikan sampai ke level daerah.

"Dan kami dalam posisi menunggu keputusan DPR terkait usulan anggaran ini,” kata Mu’ti dalam keterangan resminya, Kamis (5/3/2026). 

Baca Juga: Pemerintah Pastikan Tak Ada Kenaikan Harga BBM Subsidi

Mu'ti mengatakan bahwa dukungan anggaran baru ini akan digunakan untuk program revitalisasi Satuan Pendidikan. Sebab, saat ini banyak Satuan Pendidikan dalam kondisi yang rusak dan cukup memprihatinkan. 

"Kami mengajukan tambahan anggaran untuk revitalisasi 20.000 Satuan Pedidikan,” kata Sekretaris Umum PP Muhammadiyah itu. 

Selanjutnya, anggaran ini juga akan digunakan untuk memperkuat digitalisasi pendidikan di sekolah-sekolah. Rencananya, setiap Satuan Pendidikan akan mendapat tambahan alokasi IFP (Interaktif Flat Panel) atau PID (Panel Interaktif Digital). 

"Target di tahun 2026 ini Kemendikdasmen akan mendistribusikan IFP untuk lebih dari 325.000 Satuan Pendidikan," ungkap Mu'ti. 

Program lain yang sudah disetujui DPR adalah program beasiswa untuk 150.000 guru yang belum meraih jenjang pendidikan Diploma 4 (D4) atau Strata 1 (S1). Dengan program ini, para guru itu akan mendapatkan beasiswa sebesar 3 juta per semester. 

Selain itu, pemerintah juga akan menaikan insentif guru honorer menjadi Rp 400.000 dari sebelumnya 300.000. 

Baca Juga: Polri Sebut Judi Online Beri Dampak Serius Terhadap Tatanan Ekonomi Nasional

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Video Terkait



TERBARU
Kontan Academy
AI untuk Digital Marketing: Tools, Workflow, dan Strategi di 2026 Mastering Strategic Management for Sustainability

[X]
×