kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.553   53,00   0,30%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Presiden Jokowi: Bank jangan main aman, harus lebih agresif


Kamis, 15 Maret 2018 / 14:54 WIB
PRESIDEN BERTEMU PIMPINAN PERBANKAN


Reporter: Sinar Putri S.Utami | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Presiden Joko Widodo meminta kepada para bank untuk lebih agresif dalam menyalurkan kreditnya.

Pasalnya, Presiden menilai saat ini para bank cenderung bermain di zona nyaman. Padahal, modal perbankan tanah air cenderung sangat kuat.

Hal tersebut dilihat dari pemaparan Ketua Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso yang mengatakan, saat ini rasio kecukupan atau Capital Adequacy Ratio (CAR) yang mencapai 23,36%.

Pun juga dilihat dari excess reserve yang mencapai Rp 626 triliun. "Perbankan kita terlalu likuid. Mohon maaf bisa dibilang perbankan kita terlalu main aman," ujar Presiden di depan direksi umum perbankan Indonesia di Istana Negara, Selasa (15/3).

Untuk itu ia meminta, kepada para perbankan untuk lebih berani lagi mengambil risiko dalam menyalurkan kredit. Sebab, dilihat dari tahun lalu realisasi target pertumbuhan kredit perbankan bisa dibilang meleset yakni hanya 8,24% dari 9-12%.

"Bank memang harus berhati-hati, saya setuju. Tapi sudah berkali-kali yang saya alami di bidang bisnis, kalau kita tidak ambil risiko, maka kita akan pelan-pelan. Perbankan pun juga bisnis," jelas Jokowi.

"Saya tekankan, mengambil aman adalah ilusi ," tegasnya. 

Untuk itu ia meminta bank untuk lebih agresif, mengingat era keterbukaan, globalisasi, dan teknologi juga terus berkembang. Sehingga, Indonesia bisa berkompetisi dengan bank asing.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×