kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

Prediksi pertumbuhan ekonomi di 2016 hanya 5%


Jumat, 09 September 2016 / 19:54 WIB
Prediksi pertumbuhan ekonomi di 2016 hanya 5%


Reporter: Asep Munazat Zatnika | Editor: Rizki Caturini

JAKARTA. Pemotongan anggaran belanja oleh pemerintah diperkirakan akan mendorong ekonomi tumbuh lebih rendah dari target. Padahal, belanja pemerintah biasanya selalu diandalkan untuk mendorong pertumbuhan pada semester II.

Terkait hal tersebut Ekonom Bank Mandiri Anton Gunawan memperkirakan, pertumbuhan ekonomi tahun 2016 hanya sebesar 5%. Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani juga sudah merevisi target pertumbuhan menjadi hanya 5,1% dari target dalam APBN-P 2016 sebesar 5,2%.

Anton mengatakan, pemangkasan anggaran juga akan membuat kontribusi dari investasi swasta tidak terlalu besar terhadap pertumbuhan. Sebab, biasanya salah satu faktor yang mendorong investasi swasta adalah pengeluaran pemerintah.

Seperti diketahui, pemerintah telah memutuskan akan memangkas anggaran belanja hingga Rp 133 triliun, setelah target penerimaan diperkirakan akan lebih rendah Rp 219 triliun. "Masih ada harapan investasi swasta bisa menopang," kata Anton, Jumat (9/9) di Jakarta.

Secara umum, untuk proyeksi Mandiri itu berasal dari proyeksi pertumbuhan konsumsi rumah tangga diperkirakan akan tumbuh sebesar 5%, pembentukan modal tetap bruto (PMTB) tumbuh 4,8%, belanja pemerintah 5%, ekspor 3,5% dan impor 3,8%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×