Reporter: Nurtiandriyani Simamora | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Arah arus modal asing pada 2026 diperkirakan akan lebih banyak mengalir ke pasar saham Indonesia seiring membaiknya prospek pertumbuhan ekonomi dan sentimen positif terhadap pengelolaan pemerintahan. Kondisi tersebut dinilai akan menopang kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).
Global Markets Economist Maybank Indonesia, Myrdal Gunarto, mengatakan target IHSG di level 10.000 pada akhir 2026 masih tergolong realistis, sebagaimana yang sebelumnya disebut oleh Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.
“Saya kira masih realistis kalau IHSG akhir tahun 2026 ini bisa ke 10.000, karena kita masih melihat prospek pertumbuhan ekonomi kita akan meningkat,” ujar Myrdal kepada Kontan, Minggu (4/1/2026).
Ia menilai sentimen positif datang dari pengelolaan pemerintah, baik dari sisi manajemen pemerintahan maupun manajemen keuangan negara, yang dinilai lebih baik dibandingkan periode sebelumnya.
Baca Juga: BI Catat Aliran Modal Asing Masuk Rp 3,98 Triliun Pada 22-23 Desember 2025
Selain itu, perbaikan iklim investasi menurutnya juga terus dilakukan melalui berbagai upaya pemerintah untuk mengatasi hambatan (debottlenecking) melalui Satuan Tugas Percepatan Program Strategis Pemerintah (Satgas P2SP) yang dibentuk Desember 2025 lalu.
Dari sisi moneter, Myrdal melihat adanya penurunan suku bunga, meskipun ruang penurunannya terbatas. Namun, dampak penurunan suku bunga pada tahun lalu diperkirakan masih akan terasa pada tahun ini dan berlanjut ke 2026.
Selanjutnya, pergerakan harga komoditas juga diharapkan memberikan dampak positif, terutama di tengah meningkatnya tensi geopolitik global sejak awal tahun. Myrdal menyoroti ketegangan geopolitik yang melibatkan Venezuela sebagai salah satu faktor yang berpotensi menguntungkan Indonesia.
“Implikasinya, konflik geopolitik yang berhubungan dengan negara penghasil komoditas seperti Venezuela justru kita harapkan berdampak positif untuk Indonesia,” katanya.
Menurutnya, kondisi tersebut dapat mendukung kinerja komoditas andalan ekspor Indonesia, baik komoditas energi seperti batu bara dan minyak bumi, maupun komoditas sawit serta mineral seperti emas.
Baca Juga: Aliran Modal Asing Masuk Rp 14,08 Triliun pada Pekan Pertama Desember 2025
Dari sisi arus modal asing (capital flow), Myrdal memperkirakan pada 2026 aliran dana masuk akan lebih banyak mengarah ke pasar saham. Hal ini seiring membaiknya prospek ekonomi nasional dan meningkatnya minat investor asing terhadap saham-saham Indonesia.
“Investor asing kami lihat akan banyak masuk ke saham-saham yang memang menjadi mesin pertumbuhan ekonomi,” ujarnya.
Saham-saham yang berasal dari sektor-sektor yang berkaitan dengan program Asta Cita, aktivitas investasi, ekspor, serta hilirisasi diperkirakan menjadi tujuan utama arus modal asing.
Sementara itu, dari sisi foreign direct investment (FDI), Myrdal berharap realisasi investasi pada 2026 dapat meningkat. Jika pada tahun lalu target investasi mencapai Rp 1.905 triliun, maka pada tahun ini dan ke depan investasi diharapkan bisa lebih besar, terutama jika investor melihat keseriusan pemerintah dalam mendorong iklim investasi yang lebih kondusif.
Berbeda dengan pasar saham, arus modal asing ke pasar surat utang negara atau Surat Berharga Negara (SBN) diperkirakan relatif terbatas. Hal ini disebabkan oleh penurunan imbal hasil yang tidak sebesar tahun lalu, sehingga daya tarik pasar obligasi dinilai lebih moderat.
Dengan kondisi tersebut, Myrdal menilai prospek nilai tukar rupiah pada 2026 cenderung stabil dan tidak jauh dari asumsi APBN 2026 di level Rp 16.500 per dolar AS. Bahkan, dengan prospek ekonomi yang membaik, rupiah berpeluang ditutup pada level yang lebih kuat.
“Untuk 2026, kami memproyeksikan rupiah akhir tahun berada di sekitar Rp 16.360 per dolar AS, meskipun untuk rata-ratanya masih di kisaran Rp 16.547,” pungkasnya.
Baca Juga: Kebijakan Moneter & Fiskal Berpeluang Tarik Arus Modal Asing di Sisa Kuartal IV 2025
Selanjutnya: Asing Net Sell Rp 17,34 Triliun pada 2025, Ini Saham Favorit dan Peluang Rebound 2026
Menarik Dibaca: Cara Mudah Mencari Tambahan Penghasilan untuk Kebutuhan yang Mendesak
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News












