kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.085.000   40.000   1,31%
  • USD/IDR 16.809   26,00   0,15%
  • IDX 8.235   0,22   0,00%
  • KOMPAS100 1.156   -1,44   -0,12%
  • LQ45 834   -3,53   -0,42%
  • ISSI 293   0,28   0,09%
  • IDX30 440   -3,60   -0,81%
  • IDXHIDIV20 527   -6,48   -1,22%
  • IDX80 129   -0,27   -0,21%
  • IDXV30 143   -1,25   -0,87%
  • IDXQ30 141   -1,73   -1,21%

Pramono: Daripada bikin ranking lebih baik lawan


Kamis, 14 Juni 2012 / 14:07 WIB
ILUSTRASI. IHSG menguat 0,81% ke 5.895 pada sesi I hari ini (31/5)


Reporter: Dea Chadiza Syafina | Editor: Edy Can

JAKARTA. Kritikan terhadap pidato Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono bertambah. Kali ini, Wakil Ketua DPR Pramono Anung menilai, SBY tidak perlu merangking partai politik terkorup di Indonesia karena posisinya juga sebagai presiden Indonesia.

Menurutnya, korupsi adalah persoalan bangsa secara kolektif bukan partai. Dengan begitu, dia berharap SBY selaku presiden seharusnya memimpin langsung pemberantasan korupsi daripada membuat rangking partai politik terkorup.

Sebab, Pramono menilai, tindak pidana korupsi tidak menurun dari waktu ke waktu dan kian bertambah. Bahkan, dia mengatakan korupsi juga melibatkan lembaga kekuasaan tertinggi negara. "Kalau saya pribadi, lawan saja, bersama-sama, itu jadi sikap bersama," katanya, Kamis (14/6).

Pada Rabu (13/6) malam, SBY tidak menerima partainya terus disorot media karena kasus korupsi. Dia menuding, partai lainnya jauh lebih korup dari Partai Demokrat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×