kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.773.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.739   71,00   0,40%
  • IDX 6.162   67,10   1,10%
  • KOMPAS100 813   8,13   1,01%
  • LQ45 620   4,04   0,66%
  • ISSI 218   3,97   1,85%
  • IDX30 355   2,58   0,73%
  • IDXHIDIV20 437   -1,89   -0,43%
  • IDX80 94   1,08   1,17%
  • IDXV30 121   0,41   0,34%
  • IDXQ30 115   -0,63   -0,54%

Prakoso mundur dicalonkan sebagai calon dubes Italia


Senin, 22 Agustus 2011 / 19:14 WIB
ILUSTRASI. Cermati.com perketat keamanan usai dibobol hacker.REUTERS/Kacper Pempel/Illustration/File Photo


Reporter: Dwi Nur Oktaviani | Editor: Djumyati P.

JAKARTA. Pengujian Fit and Proper Test calon Duta Besar RI Senin (22/8) oleh Komisi I DPR sebenarnya direncanakan untuk menguji calon dubes 34 negara. Tapi salah satu calon yang ditunjuk oleh presiden mengundurkan diri sebelum proses berlanjut di DPR.

"Sebelumnya ada 34 nama calon Dubes yang dikirim Presiden untuk 34 negara. Tapi mundur satu. Nama yang mundur Prakoso calon Dubes untuk Italia," ujar anggota Komisi I Roy Surya, di Nusantara II. Sang calon itu adalah Ketua Badan Kehormatan (BK) Mohammad Prakoso yang dicalonkan menjadi Duta Besar (Dubes) untuk negara Italia oleh Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono.

Menurut Ketua Fraksi PDI Perjuangan Tjahjo Kumolo, Prakoso diajukan sebagai calon Dubes oleh Presiden SBY karena Prakoso pernah menjabat sebagai Menteri Kehutanan di masa pemerintahan Megawati Soekarnoputri.

Tapi ternyata setelah Prakoso mengetahui pencalonannya, Prakoso menyampaikan surat keberatannya sebagai calon Dubes RI di Italia kepada Presiden SBY dan Menteri Luar Negeri dengan tembusan fraksi dan Partai PDI Perjuangan.

"Menyampaikan maaf keberatan dicalonkan jadi dubes setelah dipertimbangkannya seminggu bersama keluarganya maka diputuskan belum bisa menerima penghormatan dari presiden," jelasnya.

Tjahjo menyatakan kalau Prakoso masih ingin fokus pada pekerjaannya sebagai Ketua BK dan anggota Komisi IV DPR. "Ia masih ingin konsentrasi sebagai anggota DPR dan Ketua BK DPR sebagai penugasan fraksi," tutupnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×