CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.601.000   -9.000   -0,34%
  • USD/IDR 17.962   0,00   0,00%
  • IDX 6.271   39,08   0,63%
  • KOMPAS100 829   5,88   0,71%
  • LQ45 633   5,13   0,82%
  • ISSI 215   0,99   0,46%
  • IDX30 357   2,97   0,84%
  • IDXHIDIV20 444   3,58   0,81%
  • IDX80 95   0,70   0,74%
  • IDXV30 119   0,60   0,51%
  • IDXQ30 115   0,95   0,84%

Prabowo Usul Bantuan Rumah Swadaya Diganti Semen hingga Baja Ringan


Senin, 20 Juli 2026 / 17:34 WIB
Prabowo Usul Bantuan Rumah Swadaya Diganti Semen hingga Baja Ringan
ILUSTRASI. Presiden Prabowo Subianto mengusulkan agar skema penyaluran Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) dikaji ulang (KONTAN/Cheppy A Muchlis)


Reporter: Siti Masitoh | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Presiden Prabowo Subianto mengusulkan agar skema penyaluran Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) dikaji ulang. Menurutnya, bantuan renovasi rumah bagi masyarakat tidak harus sepenuhnya diberikan dalam bentuk uang tunai, melainkan dapat disalurkan dalam bentuk bahan bangunan.

Usulan tersebut disampaikan Prabowo dalam Rapat Sidang Kabinet Paripurna, Senin (20/7/2026). Kepala Negara menilai, perubahan skema penyaluran bantuan berpotensi memperluas jumlah penerima manfaat program perbaikan rumah.

“Nanti saya minta Menteri Perumahan, Menteri Sosial dikaji kembali apakah ditambah penerima manfaat sehingga indeksnya bisa dikurangi, ya dengan mungkin kita tidak kasih uang tapi kasih bahan, kasih semen, kasih genteng, kasih kayu atau kasih baja ringan dan lainnya supaya lebih banyak bisa menerima,” tutur Prabowo dalam sambutannya di Rapat Sidang Kabinet Paripurna, Senin (20/7/2026).

Prabowo mengungkapkan, saat ini nilai Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya mencapai Rp 20 juta per unit rumah. Program tersebut ditargetkan menjangkau sekitar 400.000 penerima manfaat pada 2026, meningkat signifikan dibandingkan 45.000 penerima manfaat pada tahun sebelumnya.

Baca Juga: Harga Telur Naik, Wamenko Pangan: Dipengaruhi Permintaan dari Program MBG

Menurut Prabowo, evaluasi terhadap mekanisme penyaluran BSPS diperlukan agar program pemerintah tersebut dapat menjangkau lebih banyak masyarakat berpenghasilan rendah yang membutuhkan perbaikan tempat tinggal.

Dengan skema bantuan berupa material bangunan seperti semen, genteng, kayu, hingga baja ringan, pemerintah berharap efisiensi penyaluran bantuan dapat meningkat. Langkah ini juga dinilai dapat mengoptimalkan penggunaan anggaran negara sekaligus mempercepat pelaksanaan program renovasi rumah.

Berdasarkan data pemerintah, realisasi BSPS hingga 1 Juli 2026 baru mencapai 88.635 penerima atau sekitar 22,25% dari target 400.000 penerima. Program tersebut didukung anggaran sebesar Rp 8,5 triliun.

Dari total penerima yang telah ditetapkan, sebanyak 50.945 rumah telah memasuki tahap pembangunan. Namun, rumah yang telah selesai dibangun dan mencapai progres 100% masih terbatas, yakni sebanyak 269 unit, sedangkan sisanya masih berada dalam tahap konstruksi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×