CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.601.000   -9.000   -0,34%
  • USD/IDR 17.962   0,00   0,00%
  • IDX 6.271   39,08   0,63%
  • KOMPAS100 829   5,88   0,71%
  • LQ45 633   5,13   0,82%
  • ISSI 215   0,99   0,46%
  • IDX30 357   2,97   0,84%
  • IDXHIDIV20 444   3,58   0,81%
  • IDX80 95   0,70   0,74%
  • IDXV30 119   0,60   0,51%
  • IDXQ30 115   0,95   0,84%

Harga Telur Naik, Wamenko Pangan: Dipengaruhi Permintaan dari Program MBG


Senin, 20 Juli 2026 / 17:25 WIB
Harga Telur Naik, Wamenko Pangan: Dipengaruhi Permintaan dari Program MBG
ILUSTRASI. Harga telur ayam ras di pasar tradisiona naik


Reporter: Vina Elvira | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan Hanif Faisol Nurofiq menanggapi kenaikan harga telur ayam ras di pasar tradisional dalam beberapa hari terakhir.  Kenaikan harga telur tersebut tidak terlepas dari meningkatnya permintaan setelah Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali berjalan seiring dimulainya aktivitas sekolah.

Hanif mengatakan, pergerakan harga telur merupakan konsekuensi dari dinamika keseimbangan antara pasokan dan permintaan. Ketika permintaan menurun, harga telur cenderung ikut terkoreksi. Sebaliknya, meningkatnya permintaan akan mendorong kenaikan harga di pasaran.

“Ada supply dan demand-nya itu pada saat kemudian supply dan demand-nya ini kita lepas. Demikian, maka demand-nya pada saat turun memang kemudian harganya akan jauh turun," ujar Hanif saat ditemui media, Senin (20/7/2026).

Baca Juga: Prabowo: PT DSI Telah Kelola Devisa US$ 10,5 Miliar Sejak Beroperasi di 1 Juni 2026

Ia menilai kenaikan harga telur saat ini masih berada dalam kisaran yang wajar. Di mana, harga yang terbentuk masih mencerminkan keseimbangan antara biaya produksi di tingkat peternak dengan kemampuan konsumsi masyarakat.

Di samping itu, dimulainya kembali Program MBG justru menunjukkan dampak nyata bahwa permintaan telur mulai meningkat. 

"Jadi saya rasa kenaikan hari ini ya kita maklumi sebagai suatu pergerakan demand dengan maksudnya anak-anak sekolah yang kemudian mau tidak mau, suka tidak suka pengaruh dampak MBG ini demikian terasa bahkan dari telur saja,” sebut Hanif.

Sebagai informasi, berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional Bank Indonesia yang dipantau pada Senin (20/7/2026) pukul 16.58 WIB, harga rata-rata telur ayam ras segar di pasar tradisional naik 2,07% menjadi Rp 29.550 per kilogram.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×