Reporter: Leni Wandira | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Presiden Prabowo Subianto menyoroti pembenahan tata kelola pertambangan timah di Bangka Belitung, termasuk penertiban aktivitas tambang ilegal. Menurut Prabowo, langkah tersebut mulai terlihat dampaknya terhadap kinerja PT Timah Tbk (TINS).
Dalam pidato Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR dan DPD dalam rangka HUT ke-81 RI di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Senayan, Prabowo mengatakan pemerintah telah menutup sekitar 1.000 tambang timah ilegal di Bangka Belitung.
"Pada akhir tahun lalu, kita telah tutup seribu tambang ilegal di Bangka Belitung. Seribu tambang ilegal telah saya minta Panglima TNI dan Kapolri untuk usut," ujar Prabowo di Jakarta, Jumat (14/8/2026).
Prabowo mengatakan penertiban tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah memperbaiki tata kelola sumber daya alam dan menjaga kekayaan negara. Ia juga meminta aparat menindak tegas aktivitas pertambangan ilegal.
Baca Juga: Prabowo Siapkan Rp 4.097,2 Triliun untuk 8 Program Prioritas Nasional Tahun 2027
Menurut Prabowo, pembenahan tata kelola tersebut mulai tercermin pada kinerja PT Timah. Perseroan mencatatkan laba bersih Rp2,71 triliun pada semester I 2026, atau melonjak 804,6% dibandingkan Rp300,07 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
"Bayangkan, dalam enam bulan 2026 ini, PT Timah telah mencapai keuntungan Rp2,7 triliun. Sembilan kali lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun lalu," kata Prabowo. Capaian tersebut bahkan telah melampaui target laba bersih PT Timah sepanjang 2026 sebesar Rp1,61 triliun.
Dari sisi pendapatan, PT Timah membukukan Rp10,42 triliun pada semester I 2026, naik 146,9% dari Rp4,22 triliun pada periode yang sama tahun lalu. Laba bruto meningkat menjadi Rp4,06 triliun dari Rp845,78 miliar, sedangkan laba usaha mencapai sekitar Rp3,46 triliun, dibandingkan Rp380,2 miliar pada semester I 2025.
Kinerja operasional PT Timah juga mengalami peningkatan. Produksi bijih timah pada semester I 2026 mencapai 12.232 ton Sn, naik 75% dari 6.997 ton Sn pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Produksi logam timah meningkat 58% menjadi 10.865 metrik ton Sn. Sementara penjualan logam timah mencapai 10.984 metrik ton, naik 85% dibandingkan 5.933 metrik ton pada semester I 2025.
Baca Juga: Prabowo Klaim Hemat Rp50 Triliun dari Perampingan BUMN, Target Rp70 Triliun
Peningkatan produksi tersebut ditopang optimalisasi produktivitas dan penambahan unit operasi di wilayah tambang laut maupun darat. PT Timah mengoptimalkan Kapal Isap Produksi (KIP), Ponton Isap Produksi (PIP), serta tambang darat melalui pola kemitraan.
Selain faktor operasional, kinerja perseroan juga mendapat dukungan dari kenaikan harga timah global. Harga rata-rata timah di London Metal Exchange (LME) sepanjang semester I 2026 mencapai US$50.319,19 per metrik ton, naik 56,68% dibandingkan US$32.115,77 per metrik ton pada semester I 2025.
Prabowo menilai perkembangan PT Timah menjadi contoh pentingnya pembenahan tata kelola dalam pengelolaan aset dan kekayaan negara.
Dalam kesempatan tersebut, Prabowo juga menyampaikan bahwa pemerintah akan melanjutkan pembenahan terhadap badan usaha milik negara (BUMN).
"Pembenahan BUMN kita lakukan secara besar-besaran," ujar Prabowo.
Prabowo turut menyebut valuasi PT Timah pada Agustus 2026 meningkat 280% dibandingkan Agustus 2025. Menurutnya, perkembangan tersebut menjadi salah satu gambaran perubahan kinerja dan nilai perusahaan setelah dilakukan pembenahan tata kelola.
Baca Juga: Prabowo Ungkap Laba BUMN Rp326 Triliun, Kini Digenjot untuk Hilirisasi
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News












![[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_22072614202900.jpg)
