kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.664.000   -36.000   -1,33%
  • USD/IDR 17.842   -48,00   -0,27%
  • IDX 6.402   100,12   1,59%
  • KOMPAS100 829   5,89   0,72%
  • LQ45 632   5,12   0,82%
  • ISSI 223   5,51   2,54%
  • IDX30 354   2,79   0,80%
  • IDXHIDIV20 430   2,74   0,64%
  • IDX80 95   0,68   0,73%
  • IDXV30 119   1,18   1,00%
  • IDXQ30 112   0,79   0,71%

Prabowo Klaim Hemat Rp50 Triliun dari Perampingan BUMN, Target Rp70 Triliun


Jumat, 14 Agustus 2026 / 17:39 WIB
Prabowo Klaim Hemat Rp50 Triliun dari Perampingan BUMN, Target Rp70 Triliun
ILUSTRASI. Pemerintah terus memangkas jumlah perusahaan pelat merah sebagai bagian dari upaya meningkatkan efisiensi (REUTERS/Stringer)


Reporter: Lailatul Anisah | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah terus memangkas jumlah perusahaan pelat merah sebagai bagian dari upaya meningkatkan efisiensi dan memperbaiki tata kelola BUMN. Presiden Prabowo Subianto menyebut langkah tersebut telah menghasilkan penghematan biaya hingga Rp50 triliun dan ditargetkan kembali meningkat pada akhir 2026.

Prabowo mengatakan penghematan tersebut berasal dari berbagai biaya overhead yang dapat ditekan setelah pemerintah melakukan restrukturisasi BUMN. Beberapa di antaranya mencakup gaji direksi dan komisaris, sewa gedung, sewa kendaraan, hingga perjalanan dinas.

“Dengan perampingan BUMN, hari ini saja kita telah hemat biaya overhead Rp50 triliun hanya dari gaji direksi, komisaris, sewa gedung, sewa mobil, perjalanan dinas,” ujar Prabowo dalam Pidato Kenegaraan pada Sidang Tahunan MPR RI bersama DPR RI dan DPD RI, Jumat (14/8/2026).

Menurut Prabowo, efisiensi tersebut merupakan bagian dari restrukturisasi besar-besaran perusahaan negara. Pemerintah sebelumnya menemukan jumlah entitas BUMN mencapai 1.074 perusahaan jika mencakup anak, cucu hingga cicit perusahaan.

Baca Juga: Prabowo Minta Menkeu Usut Bea Cukai di Tengah Maraknya Penyelundupan

Jumlah tersebut dinilai terlalu besar sehingga pemerintah memutuskan melakukan perampingan. Hingga saat ini, Prabowo menyebut sebanyak 290 BUMN telah ditutup.

“Hari ini kita telah menutup 290 BUMN,” kata Prabowo.

Pemerintah selanjutnya menargetkan jumlah BUMN yang tersisa paling banyak 300 perusahaan pada akhir 2026. Artinya, lebih dari 750 entitas BUMN ditargetkan ditutup atau dilebur dalam rangkaian proses restrukturisasi.

“Pada Desember 31 2026 kita target hanya akan memiliki paling banyak 300 BUMN. 750 BUMN lebih akan kita tutup,” ujar Prabowo.

Prabowo menegaskan bahwa pemerintah tidak akan mempertahankan seluruh perusahaan negara. BUMN yang dipertahankan, menurut dia, harus memiliki kinerja produktif serta mampu memberikan nilai tambah bagi masyarakat.

“Hanya yang produktif dan menciptakan nilai tambah pada rakyat akan dipertahankan,” tegasnya.

Baca Juga: Prabowo Ungkap Laba BUMN Rp326 Triliun, Kini Digenjot untuk Hilirisasi

Ia menjelaskan, perampingan BUMN ditujukan untuk menghilangkan berbagai pengeluaran yang dianggap tidak produktif sekaligus meningkatkan efisiensi dan tata kelola perusahaan negara.

Prabowo juga menilai penghematan Rp50 triliun tersebut dapat memberikan manfaat lebih besar apabila dialihkan untuk kebutuhan masyarakat, terutama pembangunan fasilitas publik.

“Kita bisa bayangkan Rp50 triliun berapa puskesmas yang diperbaiki, berapa sekolah bisa renovasi, berapa rumah untuk rakyat kita bisa berikan,” katanya.

Dengan demikian, pemerintah masih mengejar tambahan efisiensi hingga penghujung 2026. Prabowo menargetkan penghematan dari restrukturisasi BUMN dapat menembus lebih dari Rp70 triliun.

“Target kita Desember kita harus hemat Rp70 triliun lebih,” ujar Prabowo.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×