kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.673.000   5.000   0,19%
  • USD/IDR 17.892   34,00   0,19%
  • IDX 6.101   -15,36   -0,25%
  • KOMPAS100 796   1,04   0,13%
  • LQ45 598   -0,77   -0,13%
  • ISSI 212   -1,29   -0,61%
  • IDX30 338   -0,72   -0,21%
  • IDXHIDIV20 413   -2,81   -0,68%
  • IDX80 90   0,11   0,12%
  • IDXV30 111   -0,72   -0,65%
  • IDXQ30 108   -0,25   -0,23%

Prabowo: Rupiah Melemah Karena Kakayaan Indonesia Bocor ke Luar Negeri


Selasa, 23 Juni 2026 / 16:37 WIB
Prabowo: Rupiah Melemah Karena Kakayaan Indonesia Bocor ke Luar Negeri
ILUSTRASI. Kekayaan nasional Rp 15.000 triliun diduga "lari" ke luar negeri. Simak penjelasan Prabowo tentang dampak pada rupiah dan ekonomi. (KONTAN/BPMI Setpres)


Reporter: Lailatul Anisah | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Presiden Prabowo Subianto menilai pelemahan nilai tukar rupiah tidak terlepas dari besarnya kekayaan nasional yang terus mengalir ke luar negeri selama bertahun-tahun. 

Menurutnya, kondisi tersebut menyebabkan hanya sedikit hasil kekayaan Indonesia yang tersisa dan dinikmati di dalam negeri.

“Pernah ada yang mengatakan rupiah kita lemah. Ya karena kekayaannya keluar. Kalau darah kita tiap hari keluar, ujungnya badan kita kolaps, mati. Begitu kayanya Republik kita, tiap tahun kekayaan kita diambil keluar, kita masih berdiri,” kata Prabowo dalam Kegiatan Munas NU dipantau melalui Youtube Sekretariat Presiden, Selasa (23/6/2026). 

Baca Juga: Terus Merugi, Prabowo Tutup 240 BUMN

Prabowo mengatakan, data yang diterimanya menunjukkan arus keluar kekayaan nasional atau net outflow of national wealth telah berlangsung selama puluhan tahun. 

Menurut Prabowo, berdasarkan data tersebut Indonesia sebenarnya mencatat keuntungan perdagangan sebesar US$ 436 miliar selama 22 tahun. Namun, dalam periode yang sama tercatat arus dana keluar mencapai sekitar US$ 343 miliar sehingga hanya sebagian kecil keuntungan yang bertahan di dalam negeri.

“Keuntungan US$ 436 miliar, yang keluar US$ 343 miliar. Yang tinggal sedikit sekali dibandingkan yang keluar,” ujarnya.

Prabowo juga menyinggung praktik under-invoicing atau pelaporan nilai ekspor yang lebih rendah dari nilai sebenarnya. Menurutnya, praktik tersebut menyebabkan negara kehilangan potensi penerimaan dalam jumlah besar.

“Para pengusaha itu bohong. Katanya jual 1.000 ton, yang dilaporkan hanya 500 ton. Artinya negara rugi,” ucapnya.

Ia mengklaim, berdasarkan perhitungan yang mengacu pada data PBB, Indonesia telah kehilangan sekitar US$ 908 miliar atau setara sekitar Rp15.000 triliun selama 34 tahun akibat praktik tersebut.

Baca Juga: Prabowo Heran Ekonomi Tumbuh 5% Selama 7 Tahun, Tapi Orang Miskin Bertambah

Presiden menegaskan pemerintah akan terus berupaya menutup berbagai kebocoran penerimaan negara. Menurutnya, langkah tersebut diperlukan agar hasil kekayaan alam Indonesia dapat lebih banyak dinikmati masyarakat dan memperkuat kemampuan pemerintah membiayai pembangunan.

“Kenapa gaji guru tidak bisa baik, kenapa gaji pegawai negeri tidak bisa baik, kenapa anggaran selalu kurang? Karena uangnya tidak ada, diambil terus. Kebocoran yang kami hitung sekitar Rp2.500 triliun setiap tahun dan ini sedang saya perbaiki semua,” terang Prabowo.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Langganan Business Insight promo optimal
Kontan Academy
Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value How to Manage Your Gen Z Salespeople?

[X]
×