kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.765.000   -24.000   -0,86%
  • USD/IDR 17.682   -54,00   -0,30%
  • IDX 6.292   -78,85   -1,24%
  • KOMPAS100 830   -13,46   -1,60%
  • LQ45 630   -4,79   -0,75%
  • ISSI 225   -3,14   -1,38%
  • IDX30 360   -1,57   -0,44%
  • IDXHIDIV20 448   1,01   0,23%
  • IDX80 96   -1,20   -1,23%
  • IDXV30 124   -0,86   -0,69%
  • IDXQ30 117   0,42   0,36%

Prabowo Geram! Kekayaan RI yang Mengalir Keluar Negeri Capai US$ 343 Miliar


Rabu, 20 Mei 2026 / 14:40 WIB
Prabowo Geram! Kekayaan RI yang Mengalir Keluar Negeri Capai US$ 343 Miliar
ILUSTRASI. Presiden Prabowo Subianto (TV Parlemen/dok)


Reporter: Lailatul Anisah | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan aliran keluar kekayaan nasional atau outflow of national wealth Indonesia mencapai US$ 343 miliar dalam 22 tahun terakhir.

Prabowo mengatakan selama ini Indonesia sebenarnya tidak pernah mengalami defisit perdagangan karena nilai ekspor selalu lebih besar dibanding impor. 

Prabowo memaparkan data PBB yang menyebutkan bahwa realisasi ekspor Indonesia mencapai US$ 436 miliar dalam periode tahun 2004 sampai 2025. Namun begitu, sebanyak US$ 343 miliar mengalir ke luar negeri. 

Baca Juga: Aturan Baru DHE SDA! Mitra Dagang Indonesia Dapat Kelonggaran Penempatan DHE

"Keuntungan kita yang selama 22 tahun adalah US$ 436 miliar, yang keluar adalah US$ 343 miliar,”kata Prabowo dalam pidato kenegaraan terkait Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM PPKF) di DPR RI, Rabu (20/5).

Ia menjelaskan besarnya aliran keluar kekayaan nasional tersebut terjadi akibat berbagai praktik manipulasi dalam perdagangan komoditas sumber daya alam (SDA).

Mulai dari under invoicing atau pelaporan nilai ekspor di bawah harga sebenarnya, transfer pricing hingga penyelundupan melalui pelabuhan.

Under invoicing adalah fraud atau penipuan,” tegasnya.

Menurut Prabowo, sejumlah perusahaan menjual komoditas ke perusahaan afiliasi di luar negeri dengan harga lebih rendah dari harga pasar sehingga keuntungan sebenarnya tidak tercatat di Indonesia.

“Yang dijual oleh pengusaha tidak dilaporkan yang sebenarnya,” ujarnya.

Prabowo juga mengatakan pemerintah menemukan selisih besar antara laporan ekspor dan kondisi riil di lapangan.

“Perbedaan antara yang dilaporkan dan yang tidak dilaporkan itu sering mencapai 50%,” katanya.

Ia menilai kebocoran kekayaan nasional tersebut berdampak langsung terhadap kapasitas fiskal pemerintah, termasuk keterbatasan anggaran untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan aparatur negara. 

"Ini yang menyebabkan gaji-gaji guru kecil, gaji aparat penegak hukum kecil dan gaji ASN kecil," urai Prabowo. 

Baca Juga: Pemerintah Bentuk Danantara Sumberdaya Indonesia, Kendalikan Ekspor SDA Strategis

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×