kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.711.000   2.000   0,07%
  • USD/IDR 17.818   -194,00   -1,08%
  • IDX 6.008   121,62   2,07%
  • KOMPAS100 794   18,85   2,43%
  • LQ45 597   10,61   1,81%
  • ISSI 206   5,10   2,54%
  • IDX30 339   4,60   1,38%
  • IDXHIDIV20 418   3,54   0,86%
  • IDX80 90   1,96   2,24%
  • IDXV30 113   2,76   2,50%
  • IDXQ30 109   1,12   1,03%

Ketua Komisi XII DPR Soroti Pengelolaan Harga Energi di Tengah Dinamika Global


Sabtu, 13 Juni 2026 / 11:08 WIB
Ketua Komisi XII DPR Soroti Pengelolaan Harga Energi di Tengah Dinamika Global
ILUSTRASI. Ketua Komisi XII DPR Bambang Patijaya mengatakan, perubahan harga energi yang terjadi di pasar global turut mempengaruhi harga BBM nonsubsidi. ?(ANTARA FOTO/Aprillio Akbar)


Reporter: Dendi Siswanto | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID-JAKARTA. Penyesuaian harga Pertamax yang dilakukan pemerintah dan PT Pertamina (Persero) merupakan bagian dari mekanisme harga BBM nonsubsidi yang mengikuti perkembangan harga minyak dunia dan biaya pengadaan energi.

Ketua Komisi XII DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Bambang Patijaya mengatakan, perubahan harga energi yang terjadi di pasar global turut mempengaruhi harga BBM nonsubsidi di berbagai negara, termasuk Indonesia. 

Oleh karena itu, penyesuaian harga Pertamax tidak terlepas dari dinamika yang saat ini terjadi pada sektor energi dunia.

Baca Juga: Defisit Anggaran Tinggi, Ruang Fiskal Pemerintah Makin Terbatas

"Pertamax merupakan BBM nonsubsidi yang penetapan harganya mengacu pada mekanisme pasar dan harga keekonomian. Namun dalam penerapannya, pemerintah tetap mempertimbangkan kondisi perekonomian nasional dan daya beli masyarakat sehingga penyesuaian dilakukan secara bertahap dan terukur," ujar Bambang dalam keterangannya, Sabtu (13/6/2026).

Ia menjelaskan bahwa pemerintah tidak serta-merta menerapkan perubahan harga secara penuh dalam waktu singkat. Pendekatan yang dilakukan selama ini bertujuan menjaga stabilitas ekonomi sekaligus memberikan ruang bagi masyarakat untuk menyesuaikan diri terhadap perubahan kondisi pasar energi.

Bambang juga menyoroti bahwa harga Pertamax di Indonesia masih relatif kompetitif dibandingkan sejumlah negara di kawasan Asia Tenggara. Menurutnya, harga BBM dengan spesifikasi setara di Thailand, Singapura, dan Filipina saat ini masih berada di atas harga yang berlaku di Indonesia.

"Hal ini menunjukkan bahwa pemerintah tetap berupaya menjaga keseimbangan antara penerapan mekanisme pasar dan keterjangkauan harga energi. Karena itu, meskipun terjadi penyesuaian, harga Pertamax di Indonesia masih relatif lebih rendah dibandingkan sejumlah negara di kawasan," terangnya.

Meski demikian, Bambang mengaku dapat memahami berbagai keluhan masyarakat yang muncul akibat kenaikan harga BBM nonsubsidi. 

Baca Juga: BI: Rupiah Berpeluang Menguat ke Level Fundamental

Menurutnya, pemerintah tetap menunjukkan keberpihakannya dengan mempertahankan harga Pertalite, Solar subsidi, dan LPG 3 kilogram hingga akhir tahun 2026 sehingga kebutuhan energi dasar masyarakat tetap terlindungi.

Ke depan, Bambang menegaskan bahwa momentum ini juga perlu dimanfaatkan untuk mendorong penggunaan energi yang lebih efisien, termasuk mengurangi konsumsi BBM yang tidak perlu, memanfaatkan pola kerja yang lebih fleksibel seperti WFH maupun WFA apabila memungkinkan, serta mempercepat transisi energi menuju pemakaian kendaraan listrik yang lebih luas dan teknologi yang lebih hemat energi. 

"Dengan demikian, ketergantungan terhadap BBM dapat berangsur berkurang dan masyarakat memiliki lebih banyak pilihan energi yang ekonomis," pungkasnya. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×