Sumber: Kompas.com | Editor: Handoyo
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Presiden Prabowo Subianto menyatakan telah menerbitkan Peraturan Presiden (Perpres) tentang Satuan Tugas Tugas Mitigasi Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) dan Kesejahteraan Buruh.
Informasi itu Prabowo sampaikan saat menyampaikan pidato pada peringatan Hari Buruh Sedunia di Monas, Jakarta, Jumat (1/5/2026).
“Saudara-saudara sekalian. Saya sudah mengeluarkan Keputusan Presiden Nomor 10 Tahun 2026 tentang pembentukan Satuan Tugas Mitigasi Pemutusan Hubungan Kerja dan Kesejahteraan Buruh,” kata Prabowo.
Prabowo meminta kaum buruh tidak perlu merasa gundah karena pemerintah akan membela kepentingan pekerja.
Ia menyebut, negara akan mengambil alih beban perusahaan yang menyatakan tidak kuat sehingga melakukan pemutusan hubungan kerja.
Baca Juga: Prabowo Teken Perpres Ratifikasi ILO 188, Target Bangun Ribuan Kampung Nelayan
“Jangan khawatir, kita akan membela kepentingan buruh. Yang diancam PHK, kita akan membela dan kita akan melindungi, saudara-saudara sekalian,” tutur Prabowo.
Ketua Umum Partai Gerindra itu menekankan, Indonesia merupakan negara yang kuat.
Ketika banyak negara mengalami kepanikan karena terdampak perang di Asia Barat (Timur Tengah) Indonesia justru surplus pangan.
Ia juga menyebut stok bahan bakar minyak (BBM) dalam kondisi cukup. Bahkan, dalam beberapa tahun mendatang Indonesia bisa mencapai swasembada energi.
Baca Juga: Teken Perpres Ojol, Skema Bagi Hasil untuk Aplikator Turun Jadi 8%
“Kita swasembada pangan. Pangan kita aman. BBM kita masih aman,” ujar Prabowo.
Pada kesempatan tersebut, presiden juga menyoroti berbagai kesulitan yang dikeluhkan buruh. Di antaranya menyangkut kemahalan biaya sewa tempat tinggal.
Prabowo mendapatkan laporan buruh harus merogoh 30 persen gajinya untuk membayar sewa kontrak rumah.
Terkait kebutuhan papan ini, pemerintah bakal membangun rumah di dekat kawasan industri dengan harga yang terjangkau bagi kelas pekerja.
“Kita sudah membangun cukup banyak tahun ini. Sudah sampai 350 ribu rumah. Tapi sasaran kita adalah minimal 1 juta rumah kita akan mulai tahun ini juga,” tutur Prabowo.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













