kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.534   34,00   0,19%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

PPP harap Jokowi pimpin Jakarta dua periode


Selasa, 12 November 2013 / 10:08 WIB
ILUSTRASI. Berikut trik mudah untuk mengombinasikan warna cat tembok dengan keramik.


Sumber: TribunNews.co | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo merajai survei calon presiden. Namun, PDI Perjuangan tempat Jokowi bernaung belum memutuskan apakah Mantan Walikota Solo itu akan diusung pada Pemilu 2014 atau tidak.

Partai Persatuan Pembangunan (PPP) pun ikut menanggapi wacana tersebut. Menurut Wasekjen PPP Arwani Thomafi, kinerja Jokowi di Jakarta cukup bagus. Masyarakat Jakarta, katanya, masih menginginkan kepemimpinan Jokowi membenahi ibukota. "Saya berharap Jokowi dua periode menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta, masyarakat menginginkan begitu, " kata Arwani di Jakarta, Selasa (12/11/2013).

Arwani mengakui sudah terbukti selama setahun, kinerja pemerintahan Jokowi-Ahok cukup bagus. Mengenai calon presiden, Arwani menilai belum pas untuk Jokowi.

"Saya kira tidak bisa satu tahun langsug dianggap pas untuk menjadi presiden, bisa dibutuhkan untuk memberikan waktu membangun pemerintahannya lima tahun kedepan," ungkap Anggota Komisi V DPR itu.

Namun, Arwani mengatakan tidak salah bila ada masyarakat yang menyampaikan rasa simpatik kepada seseorang. Namun, ia mengingatkan bahwa ada banyak hal yang harus dilalui untuk menjadi calon presiden.

"Tahapan-tahapan ada banyak hal yang harus dilalui tidak cukup satu-dua tahun, saya harus mengapresiasi apa yang dilakukan Jokowi di Jakarta," ujarnya. (Tribunnews.com)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×