kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.574.000   -2.000   -0,08%
  • USD/IDR 17.913   -79,00   -0,44%
  • IDX 6.037   27,39   0,46%
  • KOMPAS100 777   3,53   0,46%
  • LQ45 595   3,08   0,52%
  • ISSI 210   1,46   0,70%
  • IDX30 331   2,54   0,77%
  • IDXHIDIV20 423   3,72   0,89%
  • IDX80 89   0,46   0,52%
  • IDXV30 115   0,93   0,82%
  • IDXQ30 108   0,61   0,57%

Potensi Kerugian Capai Rp 544 Triliun, 319 Daerah Rentan Alami Perubahan Iklim Tinggi


Senin, 13 Juli 2026 / 12:15 WIB
Potensi Kerugian Capai Rp 544 Triliun, 319 Daerah Rentan Alami Perubahan Iklim Tinggi
ILUSTRASI. Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy (DOK/Bappenas)


Reporter: Lailatul Anisah | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) menyebut sebanyak 319 Kabupaten atau Kota di Indonesia memiliki kerentanan tinggi terhadap perubahan iklim. 

Kepala Bappenas Rachmat Pambudy mengatakan perubahan iklim ini turut berdampak pada ekonomi.

Dirinya mencatat, potensi kerugian yang ditanggung negara bisa mencapai Rp 544 triliun per tahun atau lebih Rp 2.000 triliun pada tahun 2029 jika tidak diatasi. 

Baca Juga: 13 Sumur Migas Baru Ditemukan di Samboja, Potensi Ekonomi Capai Rp 2,5 Triliun

"Ini berarti 2 per 3 dari APBN kita bisa habis hanya gara-gara kerentanan iklim yang harus kita atasi," kata Rachmat dalam Dialog Kebijakan Nasional Kenaikan Muka Air Laut, di Gedung Bappenas, Senin (13/7/2026). 

Lebih lanjut, Bappenas mencatat kerugian ekonomi di kawasan Pantai Utara (Pantura) menyumbag sekitar 27% terhadap PDB Nasional. 

Bappenas meramal Ibukota Jakarta sendiri diperkirakan bisa kehilangan setidaknya Rp 186 juta setiap tahun imbas resiko banjir, kerusakan infrastruktur dan hilangnya lahan produktif. 

Perubahan iklim juga akan menyebabkan kerugian sosial yakni hilangnya sumber daya pesisir. Selain itu, bencana ini juga menyebabkan kerugian budaya yang dialami oleh masyarakat pesisir. 

"Perubahan iklim ini juga menyebabkan kerugian politik karena tenggelamnya pulau-pulau kecil berpotensi mengubah batas wilayah dan kedualatan negara," ucap Rachmat. 

Baca Juga: Surya Semesta Internusa (SSIA) Mencatat Rugi Bersih Rp 89,36 Miliar Sepanjang 2025

Di sisi lain penurunan permukaan tanah juga terus terjadi seriring dengan resiko kenaikan muka air laut. 

"Penurunan permukaan tanah atau land subsidence antara 1 hingga 20 sentimeter per tahun dan kondisi terburuk ada di Jakarta dan Semarang," urai Rachmat. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU

[X]
×