Close | x
kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.125
  • EMAS682.000 0,44%
  • RD.SAHAM 0.04%
  • RD.CAMPURAN 0.21%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.04%

Porsi perbankan dalam rumah murah diperbesar

Minggu, 28 Agustus 2016 / 20:04 WIB

Porsi perbankan dalam rumah murah diperbesar

Berita Terkait

JAKARTA. Pemerintah mendorong perusahaan perbankan semakin besar porsinya dalam mendukung program penyediaan perumahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Saat ini, komposisi perusahaan perbankan dari kegiatan ini masih relatif kecil yakni 10%.

Direktur Jenderal Pembiayaan Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Maurin Sitorus mengatakan, seiring menurunnya suku bunga bank Indonesia komposisi keterlibatan pemerintah dan swasta dikaji untuk diubah.


Realistisnya, komposisi keterlibatan antara pemerintah dan swasta dalam mendukung kredit pemilikan rumah bersubsidi menggunakan skim Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) tahun depan ialah 85%:15%.

Kajian itu masih dalam tahap pembahasan dan digodok oleh seluruh pemangku kepentingan yang terlibat. "Masih kajian, itu masih dibahas dengan semua Bank pelaksana," kata Maurin, belum lama ini.

Opsi ini tentu lebih ringan dibandingkan dengan komposisi idealnya yang mencapai 60%:40%. Maurin menambahkan, bila komposisi diubah secara signifikan mencapai persentase ideal hal tersebut bakal memberatkan pihak perbankan.

Sebelumnya, Direktur Utama Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP) Budi Hartono mengatakan, untuk semakin menambah jumlah rumah MBR yang dibangun, maka proporsi keterlibatan antara pemerintah dengan bank harus diubah.

Ketua Umum DPP Real Estate Indonesia (REI) Eddy Hussy mengatakan, pihaknya sangat mendukung keterlibatan bank lebih banyak porsinya dalam program penyediaan rumah murah. "Semakin banyak bank yang ikut, maka jumlah unit yang akan terbangun juga semakin cepat," ujar Eddy.

Mantan Menteri Perumahan Rakyat yang juga anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Suharso Monoarfa mengatakan, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam penyediaan perumahan murah.

Untuk mengatasi backlog tersebut seharusnya dana yang digulirkan mencapai Rp 100 triliun. Selain itu, jangka waktu yang diberikan untuk mengangsur diperpanjang hingga 30 tahun dari saat ini sebesar 20 tahun.

Agar program penyediaan rumah murah ini dapat segera terealisasikan Suharso bahkan mengusulkan agar Keterlibatan bank lebih besar lagi, komposisinya mencapai 50%:50%. 


Reporter: Handoyo
Editor: Yudho Winarto
Video Pilihan

TERBARU
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2019 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0005 || diagnostic_api_kanan = 0.0451 || diagnostic_web = 0.4332

Close [X]
×