kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.713.000   -20.000   -0,73%
  • USD/IDR 17.959   -71,00   -0,39%
  • IDX 5.902   155,73   2,71%
  • KOMPAS100 783   23,11   3,04%
  • LQ45 589   20,16   3,54%
  • ISSI 202   4,81   2,44%
  • IDX30 335   12,48   3,87%
  • IDXHIDIV20 413   15,31   3,84%
  • IDX80 88   2,33   2,70%
  • IDXV30 111   2,33   2,15%
  • IDXQ30 108   3,73   3,59%

Polri kembali kirim pasukan ke Papua


Senin, 02 September 2019 / 15:01 WIB
ILUSTRASI. KONDISI JAYAPURA USAI AKSI UNJUK RASA


Reporter: Abdul Basith | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kepolisian Republik Indonesia (Polri) kembali kirim pasukan ke Papua. Hal itu disampaikan sebagai upaya pengamanan. Kehadiran polisi ditujukan untuk menciptakan kondisi di Papua dan Papua Barat aman dan damai.

"Kehadiran TNI Polri yang ada di Papua dan Papua Barat untuk menciptakan kondisi aman dan damai," ujar Karopenmas Divhumas Polri Brigjen Dedi Prasetyo di kompleks istana kepresidenan, Senin (2/9).

Kehadiran aparat ke Papua pun dinilai telah bekerja sama dengan pemerintah daerah, pemuka agama, dan tokoh pemuda. Aparat TNI dan Polri akan memberikan edukasi di Papua dam Papua Barat. "Edukasi ke masyarakat untuk tidak terprovokasi oleh isu-isu berita," terang Dedi.

Baca Juga: Kepolisian sebut ada 2 warga sipil tewas dalam kerusuhan di Papua

Penyebaran berita pun terus dipantau di media sosial. Dedi bilang saat ini telah teridentifikasi 52.000 konten berita bohong atau hoaks di media sosial. Identifikasi konten hoaks tersebut dilakukan bersama dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) serta Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).

Pihak yang dianggap menunggangi kerusuhan pun terus di dalami. Sebelumnya terdapat 4 warga negara asing (WNA) yang dideportasi karena melanggar aturan keimigrasian.

Selain itu Polri juga mendalami pihak asing yang mendorong kerusuhan. Meski begitu Dedi memastikan belum ada penetapan tersangka hingga saat ini. "Polri bekerja sesuai fakta hukum dan kita belum bisa melakukan tindakan hukum terhadap oknum yang berada di luar negeri," jelas Dedi.

Baca Juga: Pastikan keamanan, Kapolri dan Panglima TNI terbang ke Papua

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Langganan Business Insight Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×