Reporter: Siti Masitoh | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) genap berusia satu tahun pada 24 Februari 2026.
Presiden Prabowo Subianto membeberkan, BPI Danantara setara dengan sovereign wealth fund besar di dunia. Ia menyebut lembaga tersebut berpotensi menjadi salah satu yang terbesar secara global, berada di posisi ke enam atau ketujuh.
“Kita juga bersyukur bahwa manajemen satu tahun ini sudah membuktikan bahwa dengan manajemen yang baik, dengan pengelolaan yang baik, terutama dengan will yang benar, ya dengan political will, dengan jiwa yang benar, hasil sudah kelihatan” tutur Prabowo dalam sambutannya di HUT ke-1 Danantara Indoensia, Rabu (11/3/2026).
Baca Juga: Satu Tahun Danantara, Prabowo Klaim Return On Asset BUMN Capai 300%
Ia mengungkapkan telah menerima laporan mengenai kinerja pengelolaan investasi negara tersebut. Namun demikian, Prabowo juga mengingatkan agar laporan yang disampaikan kepada dirinya benar-benar akurat dan tidak dibuat-buat hanya untuk menyenangkan pimpinan.
Prabowo menegaskan tidak ingin menerima laporan palsu ataupun laporan yang dimanipulasi. Ia pun memberikan peringatan keras agar seluruh pihak menyampaikan data yang sebenarnya.
“Saya dapat laporan, mudah-mudahan ini laporan benar, jangan main-main lagi dengan saya laporan palsu, laporan menyenang-nyenangkan, laporan supaya bisa akal-akalan, saya kasih peringatan keras ini,” ungkapnya.
Berdasarkan laporan yang diterimanya, Prabowo mengaku cukup gembira karena tingkat return on asset (ROA) pada 2025 meningkat signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Ia menyebutkan bahwa imbal hasil aset tersebut meningkat lebih dari 300% dibandingkan periode sebelumnya.
Menurut Prabowo, peningkatan tersebut menunjukkan bahwa pengelolaan investasi negara dapat berjalan lebih efektif apabila berada dalam satu kendali manajemen yang terintegrasi.
“Ini cukup baik dan ini membuktikan premis kita mendirikan Danantara ini bahwa tidak mungkin suatu manajemen yang baik kalau tidak di satu kendali, di satu tangan, di satu manajemen,” tandasnya.
Baca Juga: BUMN Punya 1.000 Lebih Entitas, Prabowo Soroti Cucu Perusahaan Tak Boleh Diaudit
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News












