kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

Polisi Pastikan Dulmatin Tewas di Pamulang


Rabu, 10 Maret 2010 / 14:56 WIB


Reporter: Epung Saepudin | Editor: Tri Adi

JAKARTA. Pihak kepolisian memastikan salah satu korban yang tewas dalam penggerebekan di kawasan Pamulang pada Selasa kemarin merupakan gembong terorisme paling berbahaya di kawasan Asia Tenggara, yakni Dulmatin.

Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri menyatakan, jenazah 001 yang diketahui memiliki identitas dengan nama Yahya Ibrahim dipastikan adalah Dulmatin alias Mansyur alias Joko Pitono. "Untuk jenazah 001 dapat dipastikan 100% dengan tingkat kekeliruan 1:100.000 triliun, bahwa yang bersangkutan adalah Dulmatin dan bisa dipertanggungjawabkan secara hukum," tegas Hendarso, Rabu (10/3).

Kapolri memastikan, ia sudah memberikan laporan resmi kepada Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono sehingga Presiden memberikan informasi kepastian tersebut meski tengah berada di Australia. "Identitas 002 adalah jenazah Ridwan sebagai pengawal dan 003 adalah Nur Hasan yang juga pengawal," tegasnya.

Terkait tewasnya para pelaku teror, pihak kepolisian mengaku terpaksa menewaskan beberapa orang dalam penggerekan di kawasan Pamulang dikarenakan lokasinya persis di tengah-tengah pemukiman penduduk. "Itu, kan dipemukiman penduduk. Pelaku ditenggarai akan nekat, kita khawatir, masyarakat yang tidak tahu apa-apa akan tewas," ujar Kepala Badan Reserse dan Kriminal Polri, Komjen Ito Sumardi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×