kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.500   -30,00   -0,17%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Polisi masih memburu pelaku terorisme Poso


Senin, 07 Januari 2013 / 14:22 WIB
ILUSTRASI. Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (kiri) siapkan skema tekan harga jagung di level Rp 4.500 per kg.


Reporter: Yudho Winarto | Editor: Edy Can

BOGOR. Polisi masih terus memburu para pelaku terorisme di Poso, Sulawesi Tengah. Kapolri Jenderal Polisi Timur Pradopo mengatakan, para pelakunya diduga melarikan diri ke Sumbawa, Nusa Tenggara Barat. "Ada beberapa terduga teroris yang masih kita buru tentunya, mari kita tunggu saja," katanya di Istana Bogor, Senin (7/1).

Timur berjanji bakal membeberkan perihal kasus teroris Poso ini terutama menyangkut penyebaran gerakan teroris. "Nanti secara utuh disampaikan. Ini masih dalam pemeriksaan," katanya.

Pasca penangkapan dan penembakan teroris, Timur memastikan situasi Poso kembali kondusif dan tenang. Menurutnya, masyarakat sudah melakukan aktivitas seperti biasanya.

Seperti diketahui, sepanjang tahun 2012, enam polisi tewas di Poso akibat serangan teror. Pertama dua polisi ditemukan tewas di Dusun Tamanjeka yang terletak di dekat pelatihan teror Oktober lalu. Kemudian penembakan anggota Brimob Polda Sulawesi Tengah yang tengah melakukan patroli di kawasan Tambarana, Kalora, Poso, Kamis (20/12).

Para teroris ini diketahui melarikan diri ke sejumlah daerah, seperti Makassar, Dombu dan Bima.Tim Detasemen Khusus 88 Antiteror pun menembak mati para terduga teroris ini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×