kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.540.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.097   17,00   0,09%
  • IDX 5.439   51,35   0,95%
  • KOMPAS100 703   6,01   0,86%
  • LQ45 547   2,49   0,46%
  • ISSI 186   3,05   1,66%
  • IDX30 306   1,13   0,37%
  • IDXHIDIV20 403   3,67   0,92%
  • IDX80 81   0,56   0,70%
  • IDXV30 112   1,52   1,37%
  • IDXQ30 102   0,58   0,58%

PNS mangkir masuk kerja terancam sanksi


Rabu, 22 Agustus 2012 / 18:51 WIB
ILUSTRASI. Petugas Promotion penjualan melayani konsumen saat pemeran otomotif di salah satu mal di Tangerang Selatan, Selasa (9/3) KONTAN/Carolus Agus Waluyo/2021.


Reporter: | Editor: Asnil Amri

JAKARTA. Usai libur Lebaran, Pegawai Negeri Sipil (PNS) akan kembali masuk bekerja pada Kamis (23/8). PNS yang mangkir pada hari pertama kerja terancam terkena sanksi.

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN RB), Azwar Abubakar mengaku telah menginstruksikan pegawai pemerintah di pusat pemerintahan untuk mematuhi hari masuk kerja tersebut.

Azwar menyebutkan, kewajiban PNS masuk kerja mulai 23/8 tersebut tertuang dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) 3 menteri, yaitu Menteri Agama, Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi dan Menpan RB.

Surat itu mengatur perihal hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2012. “Sanksi jika PNS mangkir sudah diatur dalam PP 53 tahun 2010,” jelas Azwar kepada KONTAN, Rabu (22/8).

Ia menjelaskan, Peraturan Pemerintah nomor 53 tahun 2010 tentang Disiplin PNS sudah jelas menetapkan sanksi bagi PNS yang melanggar peraturan. Dalam pasal 3 angka 11 PP nomor 53 tahun 2010 disebutkan, PNS wajib masuk kerja dan menaati ketentuan jam kerja.

Adapun sanksi yang diberikan jika terjadi pelanggaran adalah; berupa teguran lisan, teguran tertulis dan pernyataan tidak puas.

Teguran lisan diberikan kepada PNS yang tidak masuk kerja tanpa alasan yang sah selama 5 hari kerja. Teguran tertulis dikenakan kepada PNS yang tidak masuk kerja tanpa alasan yang sah selama 6 sampai 10 hari kerja.

Sementara pernyataan tidak puas akan diberikan secara tertulis kepada PNS yang tidak masuk kerja tanpa alasan yang sah selama 11 sampai 15 hari kerja.

“Masing-masing Kementerian akan mengontrol pegawainya. Dengan demikian, PNS harus lebih tertib,” ujar Azwar.

Kepala Biro Hukum dan Humas Kemenpan RB Gatot Sugiarto mengungkapkan, sanksi terhadap PNS yang mangkir masuk kerja akan dilakukan oleh pejabat Pembina Kepegawaian masing-masing bagian.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×