kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45985,97   -4,40   -0.44%
  • EMAS1.222.000 0,41%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

PNBP 2019 tetap andalkan komoditas


Selasa, 03 Juli 2018 / 06:22 WIB
PNBP 2019 tetap andalkan komoditas
ILUSTRASI. Tambang Batubara PT Adaro


Reporter: Adinda Ade Mustami, Patricius Dewo | Editor: Sanny Cicilia

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Realisasi penerimaan negara bukan pajak (PNBP) berpotensi melebihi target pada tahun ini. Kenaikan harga komoditas alam, seperti minyak mentah dunia dan batubara mendorong PNBP. Kemkeu berharap, lonjakan harga komoditas masih terjadi tahun depan sehingga tetap mendorong PNBP 2019.

Berdasarkan paparan Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kemkeu Suahasil Nazara dalam rapat kerja dengan DPR, realisasi PNBP hingga akhir Mei 2018 sebesar Rp 145 triliun. Jumlah itu sama dengan 52,7% target Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2018 yang sebesar Rp 275 triliun.

Angka itu tumbuh sebesar 18,66% year on year (yoy). Pada akhir Mei tahun lalu, realisasi PNBP hanya sebesar Rp 122,2 triliun. Kenaikan realisasi PNBP terjadi karena meningkatnya harga minyak mentah Indonesia atau Indonesia crude price (ICP) dan juga harga batubara.

Rata-rata ICP tahun ini memang lebih tinggi dari tahun lalu. Pada Mei 2018 berdasarkan perhitungan formula ICP yang dirilis Tim Harga Minyak Indonesia, rata-rata ICP mencapai US$ 72,46 per barel, naik US$ 5,03 per barel dari bulan sebelumnya yang sebesar Rp 67,43 per barel.

Begitu juga harga acuan batubara (HBA). Pada Mei 2018, HBA ditetapkan US$ 89,53 per ton, turun US$ 5,22 dari HBA April 2018 sebesar US$ 94,75 per ton. Namun, harga HBA pada Mei 2018 lebih tinggi dari Mei 2017 yang hanya sebesar US$ 83,81 per ton.

Apalagi pada belakangan ini harga minyak kembali melonjak, yakni US$ 73,81 per barel untuk WTI pada perdagangan, Senin (2/7). Harga minyak dalam tren meningkat sejak 21 Juni 2018 yang hanya US$ 65,54 per barel. "Potensi kenaikan harga komoditas masih akan terjadi tahun depan," ujar Suahasil, kemarin. Ini juga terindikasi juga dari kerangka asumsi makro RAPBN 2019, pemerintah memperkirakan harga ICP sebesar US$ 60-US$ 70 per barel.

Selain berharap dari dorongan harga komoditas, pemerintah juga akan mendongkrak PNBP dari perbaikan pelayanan. "Tata kelola akan terus diperbaiki, lalu peningkatan administrasi dan pelayanan publik untuk mendorong PNBP," jelas Suahasil.

Direktur Penerimaan Negara Bukan Pajak Direktorat Jenderal (Ditjen) Anggaran Kemkeu Mariatul Aini sebelumnya mengatakan, realisasi PNBP sumber daya alam (SDA) migas dan nonmigas masih mencatat kenaikan yang cukup tinggi. Untuk PNBP migas, realisasi hingga akhir Mei 2018 mencapai Rp 50,6 tiliun. Jumlah realisasi itu tumbuh 43,75% yoy atau 62,98% dari target.

Sementara itu, realisasi PNBP untuk sektor SDA nonmigas mencapai Rp 14,25 triliun, tumbuh 31,94% yoy. Sama halnya dengan PNBP SDA migas, jumlah itu telah mencapai 61% dari yang ditargetkan sebesar Rp 23,3 triliun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×