kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.632.000   22.000   0,84%
  • USD/IDR 17.880   -62,00   -0,35%
  • IDX 6.340   108,24   1,74%
  • KOMPAS100 839   16,49   2,00%
  • LQ45 637   8,89   1,42%
  • ISSI 218   3,63   1,69%
  • IDX30 358   3,90   1,10%
  • IDXHIDIV20 444   3,51   0,80%
  • IDX80 96   1,59   1,69%
  • IDXV30 119   0,82   0,69%
  • IDXQ30 115   1,03   0,91%

PMI Manufaktur Indonesia kembali merosot ke level 47,2 pada September 2020


Kamis, 01 Oktober 2020 / 13:34 WIB
ILUSTRASI. Aktivitas produksi di industri logam


Penulis: Venny Suryanto | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Hasil survei IHS Markit Purchasing Managers Index (PMI) Manufaktur Indonesia menunjukkan bahwa industri manufaktur di Indonesia kembali menurun dari bulan Agustus 2020.

Purchasing Managers’ IndexTM (PMITM) Manufaktur Indonesia dari IHS Markit menurun empat poin dari sebelumnya di level 50,8 pada Agustus menjadi 47,2 di bulan September 2020.

Penurunan tersebut terjadi akibat adanya penerapan kembali Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Jakarta yang berimbas pada kegiatan manufaktur Indonesia selama bulan September.

Baca Juga: Penuhi kebutuhan domestik, Kemenperin genjot utilisasi industri rock wool

“Akibatnya perusahaan harus meningkatkan upaya untuk mengurangi kapasitas dan biaya tambahan seiring dengan penurunan aktivitas pembelian, investaris yang juga menipis dan inflasi yang mengalami penyesuaian,” terang IHS Markit dalam keterangan resminya, Kamis (1/10).

Adapun, PSBB yang kembali diberlakukan itu turut berdampak dan merugikan terhadap penjualan dan produksi manufaktur.

Indeks Manufaktur Indonesia yang sempat membaik di bulan Agustus 2020 ini akhirnya harus kembali memburuk di bulan September 2020 akibat penurunan permintaan yang cukup tajam.

“Para responden juga turut menyoroti tindakan kembali memberlakukan PSBB  mengganggu aktivitas pabrik,” tandasnya.

Baca Juga: PMI Manufaktur China kembali naik, aktivitas pabrik berkembang cepat di September

Penurunan yang terjadi di bulan September 2020 juga mengakibatkan berbagai perusahaan manufaktur harus mengurangi aktivitas pembelian dan inventaris untuk mengendalikan pengeluaran.

Untuk itu, perusahaan tetap optimistis dan berharap output yang dihasilkan di tahun depan akan lebih tinggi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×