Reporter: Siti Masitoh | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Bank Indonesia (BI) menilai, kinerja Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) perlu terus diperkuat untuk mendukung ketahanan eksternal di periode meningkatnya ketidakpastian global.
Gubernur BI Destry Damayanti mencatat, neraca perdagangan periode Juli 2026 mencatat surplus sebesar US$ 0,12 miliar, setelah pada bulan sebelumnya mencatat defisit US$ 0,45 miliar.
Sementara itu, aliran investasi portofolio asing pada kuartal III 2026 (hingga 21 September 2026) mencatat net inflows sebesar US$ 0,4 miliar, ditopang penerbitan global bond Pemerintah serta inflows pada Surat Berharga Negara (SBN).
Baca Juga: Bank Indonesia Kembali Tahan BI-Rate di Level 5,75% pada September 2026
Kemudian, posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Agustus 2026 tetap terjaga sebesar US$ 146,5 miliar.
“Ini setara pembiayaan 5,4 bulan impor atau 5,3 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor,” kata Destry dalam konferensi pers, Rabu (23/9/2026).
Ia memperkirakan, ke depan, sinergi kebijakan Pemerintah dan Bank Indonesia akan terus diperkuat guna meningkatkan ketahanan eksternal di tengah gejolak global.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














