kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.630.000   3.000   0,11%
  • USD/IDR 17.849   -27,00   -0,15%
  • IDX 6.372   95,37   1,52%
  • KOMPAS100 834   12,21   1,49%
  • LQ45 634   8,72   1,39%
  • ISSI 220   3,91   1,81%
  • IDX30 351   4,29   1,24%
  • IDXHIDIV20 435   2,32   0,54%
  • IDX80 95   1,34   1,43%
  • IDXV30 119   0,37   0,31%
  • IDXQ30 113   0,76   0,68%

BI Yakin Rupiah Akan Bergerak Stabil, Ini Strateginya


Rabu, 23 September 2026 / 14:50 WIB
BI Yakin Rupiah Akan Bergerak Stabil, Ini Strateginya
ILUSTRASI. Bank Indonesia (BI) optimistis pergerakan nilai tukar rupiah akan stabil, meski saat ini sedang dalam tren melemah. (KONTAN/Carolus Agus Waluyo)


Reporter: Siti Masitoh | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Bank Indonesia (BI) optimistis pergerakan nilai tukar rupiah akan stabil, meski saat ini sedang dalam tren melemah.

Sebagaimana diketahui, nilai tukar rupiah pada 22 September 2026 tercatat Rp 17.855 per dolar AS, melemah terbatas 0,78% (ptp) dibandingkan dengan level akhir Agustus 2026.

Gubernur BI Destry Damayanti menyampaikan, kebijakan stabilisasi nilai tukar rupiah terus diperkuat di tengah ketidakpastian pasar keuangan global yang tetap tinggi.

Ia juga optimistis nilai tukar rupiah akan bergerak stabil didukung oleh komitmen BI serta imbal hasil yang menarik, inflasi yang terkendali dalam sasaran, dan prospek perekonomian domestik yang tetap baik.

“BI akan terus memperkuat berbagai strategi dengan mengoptimalkan seluruh instrumen moneter guna menjaga stabilitas nilai tukar rupiah,” tutur Destry dalam konferensi pers, Rabu (23/9/2026).

Baca Juga: Bank Indonesia Kembali Tahan BI-Rate di Level 5,75% pada September 2026

Di sisi lain, Kebijakan stabilisasi nilai tukar rupiah terus diperkuat di tengah ketidakpastian pasar keuangan global yang tetap tinggi.

BI mengoptimalkan seluruh instrumen moneter, termasuk memperluas kebijakan insentif untuk meningkatkan aliran masuk investasi portofolio asing, memperkuat stabilitas nilai tukar rupiah serta mempercepat pendalaman pasar uang dan pasar valas (PUVA).

Dalam kaitan ini, BI juga telah memperluas transaksi underlying pendanaan luar negeri yang dapat memperoleh insentif pengurangan premi bagi swap jual Lindung nilai (swap beli lindung nilai kepada BI) dan DNDF, dari semula hanya mencakup transaksi portfolio inflows menjadi juga termasuk pinjaman luar negeri oleh bank dan foreign direct investment.

“Dengan langkah-langkah tersebut, nilai tukar rupiah menguat pada Agustus hingga pertengahan September 2026, meskipun pada perkembangan terakhir mengalami tekanan akibat meningkatnya ketidakpastian kondisi global,” kata Destry.

Baca Juga: BI: Ekonomi RI Perlu Didorong dengan Mengoptimalkan Berbagai Sumber Pertumbuhan

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×