kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.631.000   29.000   1,11%
  • USD/IDR 16.873   27,00   0,16%
  • IDX 8.950   13,05   0,15%
  • KOMPAS100 1.234   4,58   0,37%
  • LQ45 870   1,98   0,23%
  • ISSI 326   1,70   0,52%
  • IDX30 442   2,47   0,56%
  • IDXHIDIV20 521   3,92   0,76%
  • IDX80 137   0,54   0,40%
  • IDXV30 145   1,10   0,76%
  • IDXQ30 142   1,06   0,75%

PMA seret, BKPM: Indonesia punya rezim restriktif sisi investasi


Rabu, 31 Januari 2018 / 16:39 WIB
PMA seret, BKPM: Indonesia punya rezim restriktif sisi investasi
ILUSTRASI. Kepala BKPM Tom Lembong memaparkan realisasi penanaman modal


Reporter: Ghina Ghaliya Quddus | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kepala  Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Trikasih Lembong menyatakan bahwa Indonesia memiliki rezim yang paling restriktif (membatasi) dari sisi investasi. Itulah mengapa penanaman modal asing (PMA) di Indonesia tidak terlalu kencang.

“Memang Indonesia itu punya rezim yang paling restriktif dari sisi investasi. Kita punya paling banyak larangan-larangan atau batasan-batasan investasi dari sektor ke sektor. dan jaraknya jauh sekali,” kata Thomas di kantornya, Selasa (31/1).

Menurut dia, tidak ada satu pun negara yang begitu restriktif seperti Indonesia, di mana semua bidang usaha harus ada aturan-aturan atau acuannya sendiri-sendiri.

“Di negara lain terbuka saja. Bebas saja. Di Indonesia, itu jadi hambatan,” ucapnya.

Maka dari itu, BKPM sedang mempelajari iklim ekonomi untuk merevisi Daftar Negatif Investasi (DNI). “Kira-kira sektor apa yang penting untuk kami relaksasi,” ucap dia.

Dalam catatan BKPM, perkembangan realisasi investasi PMA tahun 2017 dalam dollar AS terlihat membaik ketimbang tahun 2016 yang sempat menurun.

“Total PMA di 2015 US$ 29,3 miliar, 2016 US$ 28,9 miliar berarti turun di 2016 dibanding 2015. Syukur di 2017 tercatat US$ 32,1 miliar,” katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Mastering Management and Strategic Leadership (MiniMBA 2026) Global Finance 2026

[X]
×