kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.540.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.097   17,00   0,09%
  • IDX 5.439   51,35   0,95%
  • KOMPAS100 703   6,01   0,86%
  • LQ45 547   2,49   0,46%
  • ISSI 186   3,05   1,66%
  • IDX30 306   1,13   0,37%
  • IDXHIDIV20 403   3,67   0,92%
  • IDX80 81   0,56   0,70%
  • IDXV30 112   1,52   1,37%
  • IDXQ30 102   0,58   0,58%

PMA seret, BKPM: Indonesia punya rezim restriktif sisi investasi


Rabu, 31 Januari 2018 / 16:39 WIB
ILUSTRASI. Kepala BKPM Tom Lembong memaparkan realisasi penanaman modal


Reporter: Ghina Ghaliya Quddus | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kepala  Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Trikasih Lembong menyatakan bahwa Indonesia memiliki rezim yang paling restriktif (membatasi) dari sisi investasi. Itulah mengapa penanaman modal asing (PMA) di Indonesia tidak terlalu kencang.

“Memang Indonesia itu punya rezim yang paling restriktif dari sisi investasi. Kita punya paling banyak larangan-larangan atau batasan-batasan investasi dari sektor ke sektor. dan jaraknya jauh sekali,” kata Thomas di kantornya, Selasa (31/1).

Menurut dia, tidak ada satu pun negara yang begitu restriktif seperti Indonesia, di mana semua bidang usaha harus ada aturan-aturan atau acuannya sendiri-sendiri.

“Di negara lain terbuka saja. Bebas saja. Di Indonesia, itu jadi hambatan,” ucapnya.

Maka dari itu, BKPM sedang mempelajari iklim ekonomi untuk merevisi Daftar Negatif Investasi (DNI). “Kira-kira sektor apa yang penting untuk kami relaksasi,” ucap dia.

Dalam catatan BKPM, perkembangan realisasi investasi PMA tahun 2017 dalam dollar AS terlihat membaik ketimbang tahun 2016 yang sempat menurun.

“Total PMA di 2015 US$ 29,3 miliar, 2016 US$ 28,9 miliar berarti turun di 2016 dibanding 2015. Syukur di 2017 tercatat US$ 32,1 miliar,” katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×