kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.615.000   -20.000   -0,76%
  • USD/IDR 18.103   -22,00   -0,12%
  • IDX 6.074   36,42   0,60%
  • KOMPAS100 793   4,94   0,63%
  • LQ45 602   -0,52   -0,09%
  • ISSI 210   2,76   1,33%
  • IDX30 340   -0,36   -0,11%
  • IDXHIDIV20 422   -1,32   -0,31%
  • IDX80 91   0,47   0,52%
  • IDXV30 115   0,66   0,58%
  • IDXQ30 109   -0,31   -0,28%

PKB: Semakin dihina, Rhoma Irama semakin kuat


Minggu, 15 Desember 2013 / 11:40 WIB
ILUSTRASI. 5 Tips Makeup yang Wajib Dipraktikkan Pemilik Kulit Sensitif.


Sumber: Kompas.com | Editor: Dikky Setiawan

JAKARTA. Ketua Umum DPP Partai Kebangkitan Bangsa Muhaimin Iskandar menanggapi kritikan, cemoohan, hingga hujatan kepada pedangdut Rhoma Irama yang hendak menjadi presiden selanjutnya. Menurut Muhaimin, semua serangan itu bakal membuat Rhoma semakin kuat.

"Semakin Bang Haji Rhoma dihina, Insya Allah semakin kuat," kata Muhaimin saat meresmikan Posko Riforri (Rhoma Irama for Republik Indonesia) di Jalan Dewi Sartika, Jakarta Timur, Sabtu (14/12/2013).

Seperti diberitakan, berbagai pihak bereaksi negatif atas pencapresan Rhoma. Raja Dangdut itu dinilai tidak layak menjadi pemimpin. PKB dinilai hanya memanfaatkan popularitas Rhoma untuk menaikkan elektabilitas partai.

Menurut Muhaimin, pihaknya ingin mengusung Rhoma sebagai capres lantaran yang bersangkutan tidak ambisius menjadi presiden. Lagu-lagu yang diciptakan selama ini, kata dia, mencerdaskan masyarakat. Rhoma juga dianggap memiliki rekam jejak yang bersih.

Muhaimin menyangsikan hasil survei berbagai lembaga survei selama ini yang menunjukkan elektabilitas Rhoma sebagai capres rendah atau nihil dukungan. Menurutnya, nama Rhoma sengaja tidak dimasukkan dalam survei.

Muhaimin bahkan menantang tokoh lain untuk membuktikan lebih banyak mana dipilih masyarakat. "Bisa diadu, kita buka lapangan terbuka, bikin pengumuman Rhoma akan datang tanggal sekian, jam sekian. Banyakan mana (yang datang)," kata dia. (Sandro Gatra)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×