kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.615.000   -20.000   -0,76%
  • USD/IDR 18.120   -5,00   -0,03%
  • IDX 6.075   36,77   0,61%
  • KOMPAS100 793   4,42   0,56%
  • LQ45 601   -0,89   -0,15%
  • ISSI 210   3,13   1,51%
  • IDX30 340   -0,74   -0,22%
  • IDXHIDIV20 422   -1,12   -0,26%
  • IDX80 90   0,38   0,43%
  • IDXV30 115   0,54   0,47%
  • IDXQ30 109   -0,16   -0,15%

Pimpinan KPK tidak khawatir kena santet pihak Atut


Selasa, 17 Desember 2013 / 21:46 WIB
ILUSTRASI. Kontan - Ovo Kilas Online


Sumber: TribunNews.com | Editor: Dikky Setiawan

JAKARTA. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menetapkan Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah sebagai tersangka. Dengan penetapan tersebut, berhembus informasi adanya pergerakan mistis kepada KPK.

Namun, Wakil Ketua KPK Zulkarnaen tidak khawatir institusinya diserang secara mistis atau kena santet.

"Jangan berpikir seperti itu, kita percayakan kepada Tuhan Yang Maha Esa," kata Zulkarnaen di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (17/12/2013).

Zulkarnaen menegaskan, pihaknya percaya dengan Tuhan. Apalagi, KPK dalam posisi memihak pada kebenaran. Sehingga ia sangsi bila KPK akan diserang secara mistis.

"Masa masyarakat begitu. Masa mereka mengingkari kebenaran," tuturnya.

Zulkarnaen lalu menjelaskan, mengapa pihaknya belum menetapkan Atut sebagai tersangka dalam kasus alat kesehatan. Tetapi, malah terkait Pilkada Lebak.

Ia meminta publik menunggu perkembangan penyidikan yang dilakukan KPK. Ia menjelaskan dalam kasus Alkes, diduga harga pengadaan barang itu jauh lebih tinggi dari seharusnya.

"Kedua prosesnya pengadaanya tidak sebagaimana mestinya," kata Zulkarnaen.

Kemudian sistem pengadaanya Pengguna Anggaran harusnya pmpinan lembaga, tetapi malah diturunkan sampai tingkat bawah yakni ke kepala dinas.

"Ini sebetulnya sistem yang tidak dilaksanakan sehingga disini terjadi kerugian negara yang sedemikian dan diketahui juga uang ini kelihatannya mengalir," ujarnya.

Namun, Zulkarnaen belum dapat memastikan kapan Wakil Bendahara Umum Golkar itu akan ditahan.

"Kalau memang diperlukan ya kita perlukan (penahanan)," ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×