kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.675.000   11.000   0,41%
  • USD/IDR 17.842   -48,00   -0,27%
  • IDX 6.402   100,12   1,59%
  • KOMPAS100 829   5,89   0,72%
  • LQ45 632   5,12   0,82%
  • ISSI 223   5,51   2,54%
  • IDX30 354   2,79   0,80%
  • IDXHIDIV20 430   2,74   0,64%
  • IDX80 95   0,68   0,73%
  • IDXV30 119   1,18   1,00%
  • IDXQ30 112   0,79   0,71%

Pimpin Badan Riset dan Inovasi Nasional, Menristek akan kelola dana abadi riset


Rabu, 23 Oktober 2019 / 14:01 WIB
ILUSTRASI. Selain sebagai Menristek, Bambang Brodjonegoro juga akan memimpin lembaga baru Badan Riset dan Inovasi Nasional.


Reporter: | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Selain sebagai Menteri Riset dan Teknologi (Menristek), Bambang Brodjonegoro juga akan memimpin lembaga baru Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

Bambang mengatakan, BRIN harus dibuat sesuai dengan amanat dari Undang-Undang (UU). "Badan itu harus dibentuk sehingga riset yang ada di Indonesia terutama di organisasi pemerintah lebih terorganisir," ujar Bambang usai dilantik, Rabu (23/10).

Meski begitu, Bambang masih akan melakukan kajian terkait pembentukan lembaga tersebut. Terutama berkaitan dengan penggabungan dana seluruh lembaga riset.

Baca Juga: Jokowi tak lagi melarang menterinya rangkap jabatan sebagai ketua umum Papol

Namun, Kemristek/BRIN akan mengelola dana abadi riset. Menurut Bambang, dana abadi riset yang dikelola pada tahap pertama sebesar Rp 900 miliar.

"Dana abadi riset nanti dikelola disitu, kalau tidak salah Rp 900 miliar tahap pertama," terang Bambang.

Lembaga riset seperti Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) dan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) akan di bawah BRIN.

Baca Juga: Jokowi lantik menteri kabinet Indonesia Maju, ini alasan pemilihan nama

Bambang memastikan akan segera menyusun organisasi. Target jangka panjang yang akan diraih adalah terciptanya riset dan inovasi yang berkualitas internasional.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×