kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Pilu pelajar WNI yang hanya bisa berdiam diri di kamar gara-gara virus corona


Senin, 27 Januari 2020 / 07:45 WIB
Pilu pelajar WNI yang hanya bisa berdiam diri di kamar gara-gara virus corona
ILUSTRASI. Street view after Wuhan government announced to ban non-essential vehicles in downtown area to contain coronavirus outbreak, on the second day of the Chinese Lunar New Year, in Wuhan, Hubei province, China January 26, 2020. cnsphoto via REUTERS. ATTENTION

Sumber: TribunNews.com | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kisah seorang mahasiswa asal Indonesia bertahan kala Wuhan, dilanda wabah virus Corona menyita perhatian.

Pria bermana Rio Alfi itu membuat video pribadi dan menceritakan kondisi perkotaan ditutup akibat menyebarnya virus Corona atau nCOV.

Satu dari sekian Warga Negara Indonesia (WNI) yang berada di Tiongkok tersebut mengaku hanya bisa menunggu kabar baik dari pemerintah setempat dan KBRI.

Dia pun bercerita bahwa stok makanan mulai menipis dan harga sembako di Wuhan naik.

Serta berharap dapat segera dievakuasi ke kota yang lebih aman dari virus Corona.

Hingga Minggu (26/1) sore, video yang diunggah Kompas TV kemarin Sabtu (25/1) itu telah disaksikan sebanyak 380.591 kali.

Lalu disukai hampir enam ribu kali dan dikomentari sebanyak 1.314 komentar. Dalam video, Rio bercerita, Wuhan sudah ditutup selama tiga hari.

Artinya segala macam aktivitas manusia dibatasi, transportasi umum juga ditutup.

Baca Juga: Pekerja Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) di-screening antisipasi virus corona

"Saya masih berada di Wuhan, sudah tiga hari Wuhan di Locked Down, transportasi umum sudah ditutup baik kereta, bus, subway dihentikan sementara waktu," paparnya.

Dia juga mengungkap keterbatasan beraktivitas menggunakan sepeda listrik seperti biasanya.

Mulai hari ini, mahasiswa dilarang menggunakan sepeda listrik kecuali mendapat izin dari pihak kampus.

Itu pun harus melewati sejumlah prosedur seperti registrasi. "Kemungkinan tidak bisa lagi pakai sepeda listrik," paparnya.

Dengan keterbatasan akses itu, dirinya mengaku hanya bisa terdiam di kamar sembari menunggu kabar baik dari pihak berwenang.

Demikian juga berdasarkan arahan dari pihak kampus agar mahasiswa tak tertular virus Corona.

"Jadi instruksi dari kampus memang disarankan untuk berdiam diri di kamar masing-masing dan menghindari tempat-tempat keramaian supaya tidak terjangkit virus corona dan menjaga kebersihan," ucapnya.

"Apabila keluar rumah harus pakai masker, setelah dari luar harus mencuci tangan, sebelum makan harus mencuci tangan.




TERBARU

Close [X]
×