kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.800.000   35.000   1,27%
  • USD/IDR 17.696   20,00   0,11%
  • IDX 6.217   -101,60   -1,61%
  • KOMPAS100 820   -12,14   -1,46%
  • LQ45 627   -4,01   -0,64%
  • ISSI 220   -4,99   -2,22%
  • IDX30 359   -1,24   -0,34%
  • IDXHIDIV20 448   -1,03   -0,23%
  • IDX80 95   -1,14   -1,20%
  • IDXV30 123   -1,17   -0,94%
  • IDXQ30 117   -0,06   -0,05%

Pilkada tetap berjalan, ini rekomendasi Bawaslu pada KPU


Selasa, 17 Maret 2020 / 15:49 WIB
ILUSTRASI. Logo Komisi Pemilihan Umum (KPU) di kantor KPU pusat Jakarta, Selasa (17/7).


Reporter: Lidya Yuniartha | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Ketua Badan Pengawas Pemilu RI Abhan mengatakan terminologi penundaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) dalam Undang-Undang Nomor 10 tahun 2016.

Dia menyebut, terminologi yang digunakan adalah pemilihan lanjutan dan pemilihan susulan.

Untuk itu, Bawaslu pun memberikan berbagai rekomendasi kepada KPU dalam pelaksanaan Pilkada 2020 di tengah bencana korona ini.

Baca Juga: Gara-gara corona, Pilkada serentak terancam diundur

Pertama, Bawaslu merekomendasikan agar KPU menyusun mekanisme teknis pelaksanaan tahapan pemilihan yang melibatkan kontak langsung dan perjumpaan fisik antara penyelenggara pilkada dengan masyarakat.

"Maka kami merekomendasikan KPU melakukan pemetaan di daerah mana yang sebagian tahapan pemilunya tidak bisa dilaksanakan dan KPU juga harus melakukan pemetaan di daerah mana yang seluruh tahapannya tidak bisa dilaksanakan," ujar Abhan, Selasa (17/8).

Baca Juga: KPU persempit opsi penundaan pilkada hanya di wilayah terdampak corona




TERBARU

[X]
×