kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.954.000   14.000   0,48%
  • USD/IDR 16.830   2,00   0,01%
  • IDX 8.132   99,86   1,24%
  • KOMPAS100 1.146   13,97   1,23%
  • LQ45 829   8,49   1,03%
  • ISSI 288   4,60   1,62%
  • IDX30 431   4,26   1,00%
  • IDXHIDIV20 519   5,74   1,12%
  • IDX80 128   1,62   1,28%
  • IDXV30 141   1,99   1,43%
  • IDXQ30 140   1,49   1,07%

PII mendesak pemerintah menerbitkan beleid baru soal insinyur


Jumat, 07 Desember 2018 / 17:48 WIB
PII mendesak pemerintah menerbitkan beleid baru soal insinyur
WAPRES BUKA KONGRES NASIONAL PII KE XXI


Reporter: Pratama Guitarra | Editor: Azis Husaini

Sehingga, permintaan pemerintah untuk menembus angka 1 juta insinyur profesional bisa terpenuhi. Alhasil, keinginan 100% pengelolaan proyek di Indonesia SDMnya hasil dari olahan PII. "Jadi bangunlah Indonesia oleh insinyur Indonesia," pungkasnya.

Ketua Umum PII periode 2018 - 2021, Heru Dewanto mengatakan, dalam konteks global dan nasional, PII harus mendefinisikan peran dan posisinya.

"Titik tolaknya adalah penerbitan UU No. 11/2014 yang semestinya dilanjutkan dengan penerbitan PP Keinsinyuran yang statusnya sejak setahun lalu tidak kunjung berubah, sudah di ujung dan tinggal di tanda tangan Presiden RI," ungkapnya, Kamis (7/12).

Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla berharap insinyur Indonesia bisa di manfaatkan, misalnya berkenaan dengan pembangunan infrastruktur di Indonesia.

"Sejak zaman Soekarno kita masih pakai tenaga asing, sudah 60 tahun kita harus bangkit, jangan sedikit-dikit menggunakan tenaga insinyur asing," pungkasnya dalam Kongres.

Sebagai informasi, pada Rabu (6/12) - Kamis (7/12). PII telah melangsungkan kegiatan Kongres & Dialog Nasional Persatuan Insinyur Indonesia (PII) ke-XXI di Hotel Grand Inna, Padang, Sumatera Barat.

Kongres ini akan mengangkat Wakil Ketua Umum (Waketum) PII periode 2015 - 2018 yakni Heru Dewanto menjadi Ketua Umum Periode 2018 - 2021. Dan, memilih Wakil Ketua Umum periode 2018 - 2021 yaitu Danis Hidayat Sumadilaga.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×