kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.553   53,00   0,30%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

PHRI: Rencana PPKM level 3 saat Nataru akan tekan ekonomi


Kamis, 18 November 2021 / 17:13 WIB
ILUSTRASI. PHRI berharap penerapan PPKM saat Nataru tidak ada pembatasan ketat.


Reporter: Abdul Basith Bardan | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) menyebut rencana Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 3 saat libur Natal dam Tahun Baru (Nataru) akan menekan ekonomi.

Pada penerapan PPKM level 3 akan membuat pembatasan yang lebih ketat. Sehingga nantinya mobilitas masyarakat juga akan terbatas dan berdampak pada tertekannya ekonomi.

"Pasti ada pengaruh ketika dia menjadi PPKM 3 sudah pasti ada pembatasan," ujar Ketua Umum PHRI Hariyadi Sukamdani kepada wartawan, Kamis (18/11).

Kebijakan tersebut saat ini masih dalam pembahasan pemerintah. Hariyadi berharap tidak ada pembatasan ketat seperti PPKM level 3 yang akan berdampak pada dunia usaha.

Baca Juga: Pemerintah terapkan PPKM level 3 di seluruh Indonesia saat libur Natal dan tahun baru

Sejalan dengan itu, Sekretaris Jenderal PHRI Maulana Yusran bilang, PPKM level 3 akan memukul industri hotel. Pasalnya selama ini libur akhir tahun merupakan periode tingginya tingkat keterisian hotel.

"Otomatis dampaknya nanti pertumbuhan yang ada saat ini akan terjadi penurunan," kata Maulana.

Maulana bilang, saat ini industri hotel memang tengah mengalami pertumbuhan akibat sejumlah wilayah mulai menerapkan PPKM level 2 dan 1. Pertumbuhan tersebut digunakan untuk menutup penghasilan selama industri hotel harus berhenti operasi selama kondisi PPKM parah.

Selain itu, periode libur Nataru sebeluknya digunakan untuk menutup minimnya punjungan pada semester pertama tahun 2022. Sebagai informasi, Maulan bilang pada paruh pertama tiap tahunnya kunjungan hotel dan tempat wisata relatif lebih rendah.

"Harapan pelaku pariwisata bahwa akhir tahun mereka punya kesempatan tumbuh," kata Maulana.

Selanjutnya: Dampak pembatasan mobilitas saat libur Natal dan Tahun Baru

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×