kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.740.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.708   -71,00   -0,40%
  • IDX 6.526   24,10   0,37%
  • KOMPAS100 849   6,96   0,83%
  • LQ45 645   5,86   0,92%
  • ISSI 228   -0,31   -0,14%
  • IDX30 360   3,72   1,04%
  • IDXHIDIV20 437   4,19   0,97%
  • IDX80 97   0,82   0,85%
  • IDXV30 121   0,51   0,43%
  • IDXQ30 114   1,21   1,07%

Pertumbuhan harga komoditas Indonesia masih lemah


Sabtu, 24 Mei 2014 / 15:43 WIB
ILUSTRASI. P2P Lending


Reporter: Adhitya Himawan | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

BANDUNG. Bank Indonesia (BI) menyatakan bahwa pertumbuhan harga komoditas ekspor Indonesia (IHEX) masih melemah. Hal ini disebabkan melemahnya permintaan dari Tiongkok.

Menurut Muslimin Anwar, Asisten Direktur Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter BI, harga komoditas global masih negatif sampai dengan kuartal I tahun ini. "Harga IHEX kita masih rendah, karena melemahnya permintaan dari Tiongkok, serta meningkatnya pasokan, khususnya komoditas karet, tembaga, dan batubara," kata Muslimin, dalam seminar "Menuju Pertumbuhan Ekonomi Yang Berkualitas dan Berkelanjutan", di Bandung, Sabtu (24/5).

Sebagai contoh, pertumbuhan harga komoditas tembaga di Q4 2013 masih -9,89% secara YoY dan di Q1 2014 masih -11,79% secara YoY. Sedangkan batubara  di Q4 2013 masih -5,27% secara YoY dan di Q1 2014 masih -5,21% secara YoY. Komoditas minyak sawit di Q4 2013 masih 28,39% secara YoY dan di Q1 2014 masih 8,09% secara YoY.

Komoditas karet di Q4 2013 masih -4,91% secara YoY dan di Q1 2014 masih -23,53% secara YoY. Komoditas nikel di Q4 2013 masih 10,67% secara YoY dan di Q1 2014 masih -15,69% secara YoY. Komoditas timah di Q4 2013 masih 6,02% secara YoY dan di Q1 2014 masih -6,07% secara YoY.

Adapun komoditas aluminium di Q4 2013 masih -5,68% secara YoY dan di Q1 2014 masih -8,13% secara YoY. Komoditas kopi di Q4 2013 masih -28,67% secara YoY dan di Q1 2014 masih 3,10% secara YoY. "Terakhir, IHEX nonmigas total di Q4 2013 masih -2,50% secara YoY dan di Q1 2014 masih -5,40% secara YoY," pungkas Muslimin.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×