kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.520   20,00   0,11%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Pertumbuhan ekspor terganjal infrastruktur


Senin, 11 Oktober 2010 / 11:18 WIB
ILUSTRASI. Ilustrasi pasar modal


Reporter: Irma Yani | Editor: Edy Can

JAKARTA. Meski terus menanjak, pengusaha menilai pertumbuhan ekspor masih berjalan pelan. Sekretaris Jenderal Gabungan Pengusaha Eksportir Indonesia (GPEI) Totok Dirgantara menilai salah satu penyebabnya karena infrastruktur.

Totok mengatakan, masalah infrastruktur menjadi penghambat terbesar dalam pertumbuhan ekspor. "Masalahnya ekspor kita itu kan harus selalu melalui pelabuhan, jadi infrastruktur jalan, pelabuhan juga kan menjadi salah satu yang harus diperhatikan lebih baik," katanya kepada KONTAN, kemarin.

Karena belum optimalnya infrastruktur itu, Totok mengatakan biaya yang dikeluarkan pengusaha jauh lebih mahal dibanding negara lain. Dia menyatakan, jika infrastruktur dibenahi maka pertumbuhan ekspor bisa memuaskan mencapai kisaran 50%. "Makanya kami mendesak pemerintah untuk membenahi dan membangun infrastruktur karena biaya logistik yang mahal ini juga menjadikan kita sukar bersaing di pasar global," ucapnya.

GPEI meramalkan ekspor tahun ini masih akan tumbuh. Totok memprediksikan target pemerintah sebesar 11% akan tercapai.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×