kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.956.000   -17.000   -0,57%
  • USD/IDR 16.845   66,00   0,39%
  • IDX 8.104   -42,84   -0,53%
  • KOMPAS100 1.140   -5,81   -0,51%
  • LQ45 829   -3,44   -0,41%
  • ISSI 285   -2,28   -0,79%
  • IDX30 433   -0,67   -0,15%
  • IDXHIDIV20 521   1,04   0,20%
  • IDX80 127   -0,56   -0,44%
  • IDXV30 142   0,14   0,10%
  • IDXQ30 140   0,20   0,14%

Pertumbuhan Ekonomi RI 2025 di Bawah Target Pemerintah, Ini Kata Menko Airlangga


Kamis, 05 Februari 2026 / 16:13 WIB
Pertumbuhan Ekonomi RI 2025 di Bawah Target Pemerintah, Ini Kata Menko Airlangga
ILUSTRASI. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto (KONTAN/Lailatul Anisah)


Reporter: Siti Masitoh | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang 2025 hanya mampu tumbuh 5,11%, atau tumbuh dibawah target pemerintah dalam APBN 2025 sebesar 5,2%.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto membeberkan, penyebab pertumbuhan ekonomi 2025 tak bisa melaju sesuai harapan penerintah lantaran, pertumbuhan ekonomi pada kuartal I 2025 terlalu rendah. Sehingga pada akhir tahun hanya mampu tumbuh 5,11%.

Sebagai gambaran, pertumbuhan ekonomi kuartal I 2025 hanya mencapai 4,87%, kuartal II 2025 mencapai 5,12%, dan kuartal III mencapai 5,04%, serta kuartal IV 2025 mencapai 5,39%.

Baca Juga: Target Meleset, Purbaya: Pertumbuhan 5,39% Kuartal IV-2025 Tertinggi Dalam Lima Tahun

“Kita sudah lihat yang kita dorong di kuartal IV 2025 target 5,4%, dicapainya 5,39%, dan memang kalau pertumbuhan 5,11% (2025) karena di Januarinya terlalu rendah,” tutur Airlangga kepada awak media, Kamis (5/2/2026).

Meski demikian, Airlangga menyebut, capaian pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal IV 2025 sebesar 5,39% cukup memuaskan. Hal ini sejalan dengan program pemerintah yang digelontorkan banyak pada akhir tahun.

Baca Juga: Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,11% di 2025, Lebih Tinggi dari Malaysia hingga China

Pada akhir tahun pemerintah menggelontorkan fiskal untuk  bantuan sosial lebih banyak, yang pada muaranya berdampak positif pada konsumsi rumah tangga.

“Juga beberapa sektor seperti sektor industri perdagangan pertanian itu baik, jadi konsumsi terdorong, sektor riil baik tumbuh di atas pertumbuhan ekonomi, dan kemudian tentunya distribusi daripada anggaran juga baik. Jadi semua bergerak,” ungkapnya.

Baca Juga: BPS: Pertumbuhan Ekonomi 2025 Capai 5,11%, Ditopang Industri Pengolahan

Selanjutnya: Emas dan Perak Rontok Kamis (5/2) Sore, Dolar AS Perkasa dan TensI AS-China Mereda

Menarik Dibaca: Promo Indomaret Sambut Ramadan 5-11 Februari 2026, Tebus Murah Marjan-Khong Guan

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×