Reporter: Siti Masitoh | Editor: Anna Suci Perwitasari
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,11% pada tahun 2025. Realisasi tersebut lebih baik daripada pertumbuhan ekonomi di tahun 2024 yang hanya 5,03%. Bila dibandingkan dengan negara mitra dagang, pertumbuhan ekonomi Indonesia menjadi yang tertinggi.
Berdasarkan data yang disampaikan Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2025 lebih tinggi dari ekonomi China yang sebesar 5%, Singapura 4,8%, Malaysia 4,9%, Korea Selatan 1%, dan Filipina 4,4%.
Meski demikian, pertumbuhan ekonomi Indonesia disalip Vietnam yang mencapai 8% pada 2025.
“Ekonomi Vietnam tumbuh menguat menjadi 8% pada 2025, dari 7% pada 2024,” tutur Amalia dalam konferensi pers, Kamis (5/2/2026).
Baca Juga: BPS: 147,91 Juta Warga RI Bekerja, 7,35 Juta Pengangguran Per November 2025,
Meski demikian, Amalia menyebut, perekonomian mitra dagang Indonesia pada 2025 tetap tumbuh di tengah pertumbuhan ekonomi global yang penuh tantangan di 2025.
Adapun bila dilihat berdasarkan lapangan usaha sebagai pendorong perekonomian 2025, seluruhnya mengalami pertumbuhan yang positif kecuali pertambangan yang terkontraksi 0,66%.
Lapangan usaha dengan kontribusi terbesar terhadap perekonomian 2025 adalah industri pengolahan yang tumbuh sebesar 5,30% dengan kontribusi sebesar 19,07%. Kemudian, perdagangan yang tumbuh 5,49% dengan kontribusi sebesar 13,17%.
Selanjutnya adalah lapangan usaha pertanian yang tumbuh 5,33% dengan kontribusi sebesar 13,10%, konstruksi tumbuh 3,81% dengan kontribusi sebesar 9,35%.
“Share ke lima lapangan usaha tersebut di 2025 adalah sebesar 63,92% terhadap PDB,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Amalia membeberkan, lapangan usaha yang memiliki pertumbuhan tertinggi adalah jasa lainnya sebesar 9,93% didorong oleh peningkatan aktivitas rekreasi sejalan dengan peningkatan jumlah wisatawan nusantara dan wisatawan mancanegara.
Baca Juga: BPS: Pertumbuhan Ekonomi 2025 Capai 5,11%, Ditopang Industri Pengolahan
Jasa perusahaan tumbuh sebesar 9,10% didorong oleh peningkatan aktivitas agen perjalanan dan penyelenggaraan berbagai event nasional dan internasional.
Terakhir, transportasi dan pergudangan yang tumbuh sebesar 8,78%, didorong oleh peningkatan jumlah penumpang di berbagai moda transportasi, serta peningkatan aktivitas pengiriman barang baik domestik maupun luar negeri.
Selanjutnya: Ada Wacana Pemangkasan RKAB Batubara 2026, Emiten Batubara Tunggu Keputusan ESDM
Menarik Dibaca: Harga Emas Hari Ini Melorot Kembali ke bawah US$ 5.000, Ini Penyebabnya!
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













