kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.764.000   -5.000   -0,18%
  • USD/IDR 17.699   14,00   0,08%
  • IDX 6.599   -124,08   -1,85%
  • KOMPAS100 874   -18,96   -2,12%
  • LQ45 651   -6,79   -1,03%
  • ISSI 238   -4,84   -1,99%
  • IDX30 369   -2,15   -0,58%
  • IDXHIDIV20 456   0,25   0,05%
  • IDX80 100   -1,80   -1,77%
  • IDXV30 128   -1,20   -0,93%
  • IDXQ30 119   -0,20   -0,17%

Pertumbuhan ekonomi kuartal I 2020 melambat, begini tanggapan pengusaha


Selasa, 05 Mei 2020 / 22:07 WIB
ILUSTRASI. Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I-2020 sebesar 2,97% year-on-year (yoy).. ANTARA FOTO/Galih Pradipta/aww.


Reporter: Ratih Waseso | Editor: Yudho Winarto

Menurut Michael menggenjot konsumsi kalangan masyarakat menengah dan atas tidak cukup untuk menggenjot PDB ke depan.

"Mayoritas penduduk Indonesia masih menengah ke bawah, drivernya masih dari situ. Kalau tidak salah sekitar 70% penduduk Indonesia ada di kelas menengah ke bawah," imbuhnya.

Baca Juga: Pertumbuhan ekonomi lesu, CORE desak pemerintah turunkan harga BBM, listrik, dan gas

Ditambahkannya bulan April saja sudah mulai terasa industri bergerak slowing down. Beberapa jenis industri bahkan disebut Michael sudah mengurangi kapasitas secara drastis ataupun tutup sementara karena tidak bisa menjual finished good mereka.

"Dari data yang saya punya, di April ini industri mulai berasa sangat slowing down, ada beberapa jenis industri mengurangi kapasitas secara drastis ataupun tutup sementara karena tidak bisa menjual finished good mereka. Terutama yang berkaitan dengan konstruksi dan otomotif, seperti industri kaca, keramik, ban, aki mobil ataupun motor, dan lainnya," ungkap Michael.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×