kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.639.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 17.676   -107,00   -0,60%
  • IDX 6.668   72,11   1,09%
  • KOMPAS100 872   13,18   1,53%
  • LQ45 663   10,90   1,67%
  • ISSI 232   2,15   0,94%
  • IDX30 371   5,78   1,58%
  • IDXHIDIV20 459   8,65   1,92%
  • IDX80 100   1,57   1,60%
  • IDXV30 127   2,77   2,24%
  • IDXQ30 119   2,33   2,00%

Pertumbuhan ekonomi kuartal I 2020 hanya 2,97%, begini respons Kemenko Perekonomian


Selasa, 05 Mei 2020 / 17:09 WIB
ILUSTRASI. Bongkar muat di Terminal Peti Kemas (TPK) yang dikelola Pelindo 1.


Reporter: Bidara Pink | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Pandemi Covid-19 menggerogoti perekonomian Indonesia. Akibatnya, pertumbuhan ekonomi domestik pada kuartal I-2020 ini terperosok jauh.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, pertumbuhan ekonomi pada kuartal pertama tahun ini hanya mampu berada di level 2,97% yoy.

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan, Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia berdasarkan harga konstan pada kuartal I-2020 ini sebesar Rp 2.703 triliun dan atas dasar harga berlaku tercatat sebesar Rp 3.122 triliun.

Baca Juga: BPS: Investasi di kuartal I-2020 tercatat hanya tumbuh 1,70% yoy

Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan, Kementerian Koordinator (Kemko) Bidang Perekonomian Iskandar Simorangkir mengatakan bahwa pencapaian pertumbuhan ekonomi di kuartal pertama tahun ini masih merupakan prestasi.

"Bila dibandingkan dengan negara-negara lain yang tumbuh negatif, pencapaian 2,97% yoy ini masih merupakan prestasi," kata Iskandar kepada Kontan.co.id, Selasa (5/5).

Beberapa negara yang mengalami pertumbuhan ekonomi negatif pada kuartal I-2020 antara lain Hongkong yang terkontraksi 8,90% yoy, China dengan pertumbuhan negatif 6,80% yoy, Perancis kontraksi 5,40% yoy, serta Italia yang terkontraksi 4,81% yoy.

Iskandar menambahkan, pemerintah telah memasang kuda-kuda untuk menjaga perekonomian Indonesia ke depannya. Bahkan, menurutnya pemerintah telah menambah Belanja dan Pembiayaan Anggaran hingga RP 405,1 triliun untuk penanangan dampak Covid-19 terhadap perekonomian Indonesia.

"Kami akan tetap mempertahankan kebijakan-kebijakan yang sudah kami lakukan tersebut," tambahnya.

Baca Juga: Ini 10 saham net buy terbesar investor asing pada perdagangan Selasa (5/5)

Secara terperinci, ini berarti pemerintah akan terus menjalankan intervensi penanggulangan Covid-19 di bidang kesehatan dengan memberi insentif tenaga medis dan belanja penanganan kesehatan senilai Rp 75 triliun.




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×